Cermati Berbagai Jenis Proses Bisnis dan Cara Kerjanya
Memulai bisnis memiliki arti bahwa seseorang membangun karir di bidang yang disukai. Namun, memulai sebuah usaha tidaklah semudah itu. Seseorang harus memiliki rencana dan pertimbangan baik mengenai modal, kualitas dan pemasaran. Bisnis memiliki proses panjang agar bisa memiliki citra baik di masyarakat. Beberapa pertanyaan penting akan muncul ketika seseorang memulai usaha audiens seperti, siapa target pemasarannya? Apa pembeda produk atau jasa yang diberikan? Di mana cocoknya untuk memulai usaha? Hal mendasar yang harus diketahui oleh pengusaha adalah bagaimana tahapan perjalanan usaha itu sendiri. Oleh karena itu, simak penjelasan mengenai proses bisnis sebelum terjun ke dunia usaha. Apa Itu Proses Bisnis? Proses bisnis didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas untuk mencapai tujuan dari seseorang atau pemangku organisasi. Rangkaian harus memiliki harus memiliki tujuan yang terarah dan spesifik. Hal ini berpengaruh pada pertumbuhan bisnis ketika eksekusi dilakukan saat memulai usaha. Setiap langkah dalam proses bisnis sendiri mengarahkan tugas apa yang harus dilakukan oleh seorang pengusaha. Mulai dari strategi dan perencanaan, analisis, manajemen, otomatisasi, implementasi, pemantauan, dan perbaikan. Pengusaha atau organisasi juga harus mengetahui tentang manajemen proses bisnis yaitu pendekatan sistematis untuk meningkatkan dari usaha. Manajemen proses bisnis ini akan membantu mencapai tujuan dari penjualan. Banyaknya yang harus dimengerti dalam hal ini, memuat sebuah pertanyaan mengapa prosedur usaha ini penting? Maka dari itu penting untuk menyimak lebih lanjut dari pembahasan ini. Kenapa Proses Bisnis Penting? Proses bisnis memiliki peran penting bagi keberlangsungan perusahaan. Adanya prosedur ini mampu mencegah kesalahan, pekerjaan lebih terarah, dan pengelolaan waktu lebih efisien. Tanpa adanya langkah tersebut tidak ada jaminan bahwa cara pengerjaan tugas akan selalu sama dan sejalan. Proses bisnis juga membuat produk atau layanan yang disediakan lebih berkualitas. Hal ini didasarkan karena ada aturan-aturan berlaku. Tanpa adanya langkah ini produk atau layanan tidak mungkin berkualitas, data yang dikumpulkan tidak akan konsisten, dan kemungkinan kegagalan perusahaan lebih mungkin terjadi. Selain itu masih ada lagi keuntungan lainnya jika menerapkan proses bisnis dalam sebuah usaha. Membantu Melihat Kekurangan Saat mengembangkan metode dan prosedur dalam bisnis, pengusaha harus meneliti kembali taktik yang mereka gunakan. Masalah apa yang akan terjadi dan bagaimana cara penanganannya. Hal ini dapat teridentifikasi melalui proses bisnis. Contohnya, jika proses usaha masih menggunakan teknologi lama dapat ditingkatkan ke penggunaan teknologi modern. Efisiensi Biaya Langkah ini merupakan cara cepat dan efisien, membantu pelaku usaha mengurangi biaya produksi. Turut juga membantu pelaku usaha menemukan cara menghemat gaji karyawan. Cara ini juga menciptakan waktu yang efisien saat bekerja. Menentukan Tujuan Jangka Panjang Setiap hari pelaku usaha bisa melakukan evaluasi terhadap tugas-tugas yang telah selesai dikerjakan. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan langkah baru untuk mencapai target jangka panjang. Jenis-jenis Proses Bisnis Dalam pelaksanaannya, proses bisnis melalui beberapa tahapan. Hal ini dikarenakan setiap jenis proses bisnis menopang satu sama lain untuk kesuksesan perusahaan. Proses Inti Proses inti memiliki fungsi penting dari bisnis, karena tahap ini yang akan menentukan nilai jual produk atau layanan dari sebuah usaha. Langkah ini biasanya sesuai dengan nilai-nilai, tujuan, dan visi dari perusahaan. Pelaku usaha harus memantau dan meningkatkan proses inti dari sebuah usaha. Alasannya karena tahap-tahap ini memiliki kontribusi utama terhadap pertumbuhan dan pendapatan dari usaha. Proses Pendukung Proses pendukung biasanya membantu proses inti agar berjalan lancar dalam bisnis. Prosedur ini memang tidak berkontribusi pada pendapatan usaha, namun membantu internal perusahaan menciptakan lingkungan yang kolaboratif. Lingkungan yang mendukung membuat proses inti dapat bekerja lebih baik. Hal-hal yang termasuk dalam proses pendukung adalah sumber daya manusia, manajemen keuangan, administrasi, dan operasi. Semua itu instrumen penting untuk mengembangkan perusahaan. Proses Manajemen Proses manajemen bertanggung jawab untuk merencanakan, memantau, mengelola, serta mengendalikan proses inti dan pendukung. Dari awal hingga akhir langkah ini berorientasi pada tujuan. Proses manajemen memastikan bahwa operasi bisnis dilaksanakan dengan efisien dan lancar. Proses manajemen juga memantau fungsi bisnis secara internal dan eksternal. Prosedur ini juga melihat peluang dan tantangan pada usaha. Tugas lainnya adalah memastikan bawah perbaikan berkelanjutan ada pada semua proses bisnis. Karakter Proses Bisnis Sumber: Unsplash Proses bisnis memiliki karakter tertentu. Karakter ini bertujuan mengukur apakah langkah yang dijalankan sudah ideal atau belum. Memiliki Batasan Proses bisnis memiliki ruang gerak yang terbatas. Hal ini didasari adanya prosedur yang jelas dan ringkas dalam prosesnya. Artinya ketika proses bisnis dimulai terdapat titik awal dan titik akhir dalam pelaksanaannya. Pelaku usaha tidak akan bisa melawan batasan dari prosedur bisnis yang telah ada. Langkah Berulang Langkah yang dilaksanakan dalam sebuah organisasi atau usaha harus memiliki prosedur yang sama. Tahap awal dan akhir harus dikerjakan dengan cara yang sama oleh orang yang berbeda. Memberikan Nilai Tambah Seorang karyawan yang menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat, tanpa membuang tenaga dan material. Hal ini menambah keefisienan sistem di perusahaan. Fleksibilitas Proses bisnis memungkinkan terjadi sebuah perubahan. Namun, perubahan ini tidak mempengaruhi perusahaan dan operasi. Umumnya, sifat ini memungkinkan pelaku usaha untuk menyesuaikan kembali prosedur yang ada dengan keadaan perusahaan. Cara Kerja Proses Bisnis Demi mencapai tujuan usaha, proses bisnis memiliki beberapa cara kerja. Tahapan ini tidak boleh dilewatkan satupun untuk mengembangkan bisnis ke arah yang baik. Tetapkan Tujuan Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah menentukan tujuan dengan memperkenalkan proses bisnis. Beberapa hal yang mungkin ingin dicapai, seperti efisiensi dokumen, melacak penjualan, dan menyederhanakan operasi bisnis. Dengan ini dapat diukur apakah proses bisnisnya berhasil atau tidak. Rencanakan dan Petakan Prosedur Langkah ini membantu pelaku usaha untuk menentukan rencana dan pemetaan proses yang akan dilakukan. Pada langkah ini pelaku usaha dapat mempertimbangkan strategi mana yang paling ideal untuk mencapai tujuan. Melalui pemetaan perusahaan juga dapat melakukan pembagian tugas internal dengan baik. Bahkan perusahaan juga bisa menentukan alat yang akan digunakan untuk efisiensi produksi. Lakukan Uji Coba Menguji proses bisnis memungkinkan perusahaan menemukan permasalahan dan memperbaikinya. Saat melihat dari pengujian ini, pelaku usaha bisa mempertimbangkan hasilnya untuk melakukan penyesuaian yang paling efektif. Terapkan Proses Bisnis Menerapkan proses yang telah diuji mampu meningkatkan berbagai aspek di perusahaan. Pada prosesnya penerapan ini melatih seluruh lapisan di perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik. Namun, perlu dipertimbangkan bagaimana caranya berkomunikasi dengan karyawan bahwa perubahan pada prosedur perusahaan mampu memengaruhi kinerjanya. Tinjau Prosedur Setelah melakukan penerapan, pastikan perusahaan atau pelaku usaha melakukan peninjauan berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan langkah tersebut memenuhi tujuan dari proses bisnis. Mendokumentasikan riwayat proses bisnis juga dapat mempermudah peninjauan. Cara ini juga efisien untuk digunakan pada banyak departemen di perusahaan. Mari Jadi Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner! Setelah menyimak penjelasan di atas, proses bisnis bisa jadi kunci keberhasilan sebuah usaha. Langkah-langkah membantu menentukan tujuan dan keuntungan usaha dalam jangka panjang. Zaman sekarang bisnis berorientasi pada digital. Tentunya masih banyak yang bingung bagaimana cara membentuk proses bisnis secara digital. Jangan panik! Konsultasikan kebutuhan bisnis kamu bersama Startner. Mau layanan digital premium tapi tidak bikin kantong bolong? Hanya Startner jagonya! Membantu bisnismu berkembang dengan langkah yang tepat. Bersiaplah jadi go digital tanpa hambatan!
By Ghina Atika
Pelajari Berbagai Benefit dan Cara Kerja SEM untuk Kegiatan Marketing
Pemasaran online telah menjadi pondasi penting bagi keberhasilan setiap bisnis. Salah satu strategi yang semakin populer adalah pemasaran melalui search engine atau dikenal dengan Search Engine Marketing (SEM). Data terbaru menunjukkan bahwa investasi SEM diproyeksikan akan tumbuh rata-rata 8% setiap tahun karena bisnis menyadari potensinya dalam menargetkan dan mengonversi pelanggan dengan niat tinggi. Dengan SEM, bisnis dapat memanfaatkan kekuatan search engine untuk meningkatkan visibilitasnya secara signifikan. Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui apa itu SEM, pentingnya dan manfaatnya, serta cara kerja SEM, hingga perbedaannya dengan SEO. Simak sampai habis, ya! Apa itu SEM? Search Engine Marketing (SEM) adalah strategi pemasaran digital untuk meningkatkan visibilitas website dalam Search Engine Result Page (SERP) menggunakan iklan berbayar. Ini juga dikenal sebagai paid search marketing, atau Pay Per Click (PPC). SEM umumnya melibatkan penggunaan kampanye iklan pencarian berbayar, seperti Google AdWords untuk menampilkan iklan di bagian atas atau bawah SERP. Iklan-iklan ini dihasilkan oleh keyword tertentu yang terkait dengan produk, layanan, atau konten yang ditawarkan. Strategi ini merupakan metode yang kuat untuk menjangkau pelanggan baru, meningkatkan traffic ke website, sehingga menghasilkan prospek. SEM menggunakan berbagai teknik dan strategi untuk menghasilkan lebih banyak kunjungan audiens. Pentingnya SEM untuk Kegiatan Marketing Dengan jumlah konsumen yang semakin banyak melakukan penelitian dan berbelanja produk secara online, pemasaran melalui search engine telah menjadi strategi pemasaran online yang penting untuk meningkatkan jangkauan sebuah brand. SEM dalam kegiatan marketing akan membantu meningkatkan brand awareness. Semakin sering iklan suatu brand muncul atau semakin tinggi peringkatnya di search engine, artinya, kemungkinan besar iklan tersebut banyak dilihat oleh audiens. Maka, berada di puncak SERP dapat membantu meningkatkan awareness, pertimbangan, dan kepercayaan bagi brand. Selain itu, SEM dapat menjadi cara penting bagi Marketer untuk mengarahkan traffic ke website, landing page, dan halaman produk melalui SERP. SEM juga menawarkan click-through rates (CTR) yang lebih baik dan konversi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk pemasaran pasif lainnya. Model PPC-nya memungkinkan bisnis untuk dengan mudah menyesuaikan kampanye, memungkinkan merek untuk fokus pada kata kunci tertentu untuk membantu mencapai audiens yang relevan. Cara Kerja SEM SEM dapat menjadi cara yang kuat dan efektif untuk mencapai pelanggan baru serta meningkatkan pendapatan karena strategi ini menempatkan website kamu pada hasil organik di SERP. Dengan SEM, brand akan selalu sering muncul di bagian atas SERP, walaupun peringkat organik fluktuatif. Cara kerja SEM yaitu dengan melakukan bid atau lelang kata kunci (keyword), untuk mendapatkan posisi iklan berbayar yang diinginkan di bagian atas SERP. Siapa pun yang memenangkan bid akan mendapatkan posisi teratas. Contohnya penawaran pada Google Ads. Untuk memasuki lelang iklan, kamu perlu mengidentifikasi dua hal penting, yaitu keyword yang ingin kamu tawar, dan berapa banyak kamu bersedia mengeluarkan biaya per klik untuk setiap keyword tersebut. Untuk biaya per klik untuk setiap keyword, harga yang tepat akan bergantung pada industrinya. Sebagai contoh, harga rata-rata untuk industri asuransi dan hukum lebih tinggi daripada niche yang kurang kompetitif seperti rumah atau kebun. Setelah Google menentukan bahwa kata kunci yang kamu tawar muncul dalam pencarian pengguna, iklan kamu akan dimasukkan ke dalam lelang. Setelah memenangkan bid, iklan hanya akan muncul pada pencarian komersil, yaitu pengguna siap untuk membeli. Benefit Menjalankan SEM Sumber: Pexels Pemasaran melalui search engine di Google memungkinkan bisnis untuk menjangkau audiens besar yang sedang aktif mencari produk, layanan, atau informasi. 68% pengalaman online dimulai dengan search engine. Google merupakan search engine terbesar, dengan lebih dari 92% pangsa pasar. Dibandingkan dengan taktik pemasaran lainnya, manfaat menjalankan SEM cukup signifikan. SEM menjadi salah satu cara tercepat untuk mendatangkan traffic. Kamu dapat mengaktifkan iklan dalam hitungan menit, dan iklan akan mulai muncul di Google. SEM juga mendatangkan traffic yang relevan, sesuai keyword yang dibayarkan. Menjalankan SEM akan mudah diukur. Jika iklan kamu menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi bisnis daripada biaya yang dikeluarkan, artinya bisnis kamu mendapatkan keuntungan. Selain itu, SEM mudah untuk diskalakan. Semakin banyak uang yang dikeluarkan, semakin banyak iklan kamu yang akan muncul. Bedanya SEM vs. SEO Memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan visibilitas merek pada search engine, terdapat perbedaan antara SEM dan SEO. SEO (search engine optimization) adalah tindakan untuk meningkatkan visibilitas hasil website pada search engine tertentu melalui bentuk iklan online yang tidak dibayar. Ini digunakan untuk meningkatkan traffic ke sebuah website dengan meningkatkan peringkatnya di SERP. SEO menggunakan strategi organik untuk muncul dalam pencarian. Sedangkan SEM adalah tindakan untuk meningkatkan visibilitas hasil website pada search engine tertentu melalui paid advertisements. Ini mencakup SEO, contextual advertising, AdSense, social networking, PPC, AdWords, dan sebagainya. SEM menyiapkan dan mengoptimalkan iklan serta menetapkan anggaran yang membayar penempatan iklan. Buat Bisnis Go-Digital Bersama Startner Iklan merupakan strategi pemasaran populer yang efektif dalam meningkatkan brand awareness hingga menghasilkan penjualan. Memasuki era digital, iklan telah bertransformasi dengan menggunakan jaringan internet melalui media sosial maupun media iklan digital lainnya. Karena itu, beriklan menjadi kian penting bagi kemajuan suatu bisnis. Untuk membuat bisnis go digital, kamu bisa memanfaatkan jasa Startner. Startner merupakan jasa konsultasi bisnis online yang akan membantu bisnismu berkembang. Salah satunya dalam menjalankan digital marketing menggunakan Facebook Ads. Tim Startner akan membantu kamu membuat kampanye pemasaran di Facebook secara rutin. Mulai dari launching produk, hingga mendapatkan banyak pembeli. Jadi, tunggu apalagi? Buat bisnis go-digital bersama Startner sekarang juga!
By Aliya Izetti
Inilah Tujuan Menjalankan PR Package dan Tantangannya
Public Relations (PR) termasuk dalam strategi pemasaran yang populer. Bahkan, menurut studi Nielsen pada tahun 2014, PR 90% lebih efektif daripada periklanan dalam mempengaruhi konsumen. Salah satu aktivitas PR yang cukup populer di era media sosial ini yaitu PR Package. PR Package merupakan strategi yang digunakan oleh brand untuk memperkenalkan produk, serta meningkatkan brand awareness. PR Package biasanya berisi berbagai macam barang atau sampel produk yang dikirimkan kepada Influencer, Jurnalis, atau individu terpilih sebagai bagian dari kampanye pemasaran. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari pengertian, tujuan, pentingnya, dan manfaat dari penggunaan PR Package dalam strategi pemasaran. Simak sampai habis, ya! Apa yang Dimaksud dengan PR Package? Sebuah PR Package adalah kumpulan produk dari suatu brand yang telah dipilih dan dipersonalisasi. Akronim ‘PR’ dalam PR Package yaitu Public Relations. Artinya, PR Package termasuk dalam salah satu aktivitas PR. PR Package juga disebut dengan PR Box, PR Kit, atau Influencer Box. Paket ini lalu dikirimkan kepada para tokoh yang sudah ditentukan berdasarkan requirements oleh brand, dan dimasukkan ke dalam PR list. Tokoh dalam list ini ditargetkan untuk mempromosikan produk. PR list biasanya mencakup kalangan tokoh terkenal seperti Influencer, Blogger, dan Selebriti. Namun, PR list juga bisa memasukkan Jurnalis ke dalamnya. PR Package yang ditujukan kepada tokoh berpengaruh, artinya para tokoh ini diharapkan membagikan informasi mengenai produk tersebut kepada followers-nya. Bentuknya dapat berupa postingan di media sosial seperti unboxing video atau ulasan produk. Sedangkan, jika PR Package dikirimkan untuk Jurnalis, artinya jurnalis lah yang akan memberikan review atau memberikan informasi mengenai brand tersebut melalui medianya masing-masing. Informasi lalu di publish di berbagai saluran media termasuk online, cetak, maupun elektronik. Dengan kata lain, PR Package merupakan tools dalam rangka kerja sama antara brand dengan tokoh berpengaruh. Jika kerja sama ini berbayar, Influencer memiliki kewajiban untuk membuat konten, dengan brief yang sudah diberikan sebelumnya. Jika tidak berbayar, konten dapat dibuat kapanpun dan biasanya ulasan akan lebih jujur. Berbayar atau tidak, brand akan tetap dapat exposure karena pengaruh dari tokoh terkenal tersebut. Kenapa PR Package Penting? PR Package telah menjadi populer karena perkembangan dunia marketing dan tren kolaborasi brand di media konvensional maupun media sosial. Sebuah brand memastikan bahwa timnya dapat menjangkau tokoh terkenal tertentu yang menciptakan konten di industrinya. Dari sinilah terlihat pentingnya PR Package, yaitu brand dapat menghasilkan jumlah penjualan tinggi dari kerja samanya dengan Influencer yang memiliki banyak pengikut. Ini juga berlaku pada media yang juga memiliki pengunjung atau penonton yang banyak. Dengan memiliki jumlah pengikut tinggi maupun penonton yang banyak, artinya brand akan mendapatkan prospek penjualan potensial dari sana. Aktivitas PR ini dapat dikatakan sebagai strategi yang win-win solution. Dengan PR Package, brand dapat meningkatkan penjualan dan menggapai calon pelanggan baru. Sementara Influencer mendapatkan kepercayaan, eksklusifitas, serta pengikut baru. Tujuan PR Package Tidak dirahasiakan lagi bahwa penggunaan Influencer, Selebriti, dan tokoh berpengaruh lain untuk mempromosikan suatu brand atau produk, telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Khususnya, ketika pemakaian media sosial tinggi. Tujuan brand mengirimkan PR Package yaitu agar tokoh berpengaruh tersebut memberikan ulasan yang jujur tentang suatu brand atau produk. Dengan PR Package, brand akan menghasilkan dampak positif seperti exposure organik, brand awareness, brand visibility hingga mencapai transaksi penjualan. 5 Benefit Menjalankan PR Package Sumber: Pexels PR Package telah menjadi salah satu strategi pemasaran modern. Terutama di era meningkatnya influencer marketing dan media digital. Berikut beberapa benefit menjalankan PR Package. Meningkatkan Exposure Brand PR Package membantu meningkatkan brand exposure dengan memanfaatkan berbagai saluran media, termasuk media online, cetak, dan sosial. Saat Influencer membagikan informasi mengenai brand, jumlah pengikutnya yang besar akan memperhatikan konten tersebut. Hal ini menghasilkan exposure yang signifikan bagi brand. Promosi Produk dan Ulasan Dengan menerima PR Package, para tokoh berpengaruh ini dapat mengulas dan mempromosikan produk kepada audiensnya, memberikan umpan balik serta rekomendasi. Ulasan positif ini dapat secara signifikan mempengaruhi persepsi mengenai brand. Mempengaruhi Perilaku Konsumen Influencer seringkali berperan sebagai pengatur tren, membentuk preferensi dan pilihan konsumen. Ketika Influencer mendukung atau mempromosikan produk yang diterima dalam PR Package, pengikutnya lebih cenderung mempercayai penilaiannya dan mempertimbangkan untuk membeli produk yang sama. Memperkuat Hubungan dengan Media PR Package juga dapat menjadi alat efektif dalam memperkuat hubungan dengan media dan memperoleh liputan pers yang berharga. Dengan membangun kemitraan yang kuat dengan Jurnalis dan redaksi, brand dapat mendapatkan exposure media yang lebih besar, sehingga meningkatkan visibilitas serta pengaruh dalam pasar. Kolaborasi dan Kemitraan dengan Influencer Strategi ini juga berperan sebagai penghubung untuk kolaborasi dan partnership antara Influencer dengan brand. Jika seorang Influencer benar-benar menikmati produk dan berbagi feedback positif, hal itu dapat membuka peluang kolaborasi, seperti menjadi Brand Ambassador. Baca juga: Benefit Influencer Marketing dan Tantangannya Benefit Short Video secara Luas dan Platformnya Tantangan Menjalankan PR Package Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, tantangan PR Package bagi sebuah brand semakin kompleks. Salah satunya yaitu menjaga relevansi hingga keterlibatan dengan audiens yang semakin cerdas dan kritis. Brand harus mampu menyampaikan pesan secara efektif melalui PR Package agar tetap menarik perhatian dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Brand perlu memastikan bahwa strategi ini dapat menciptakan pengalaman yang berkesan dan membedakan diri dari pesaing. Selain itu, brand juga harus memperhitungkan aspek lingkungan dan sosial dalam menyusun PR Package agar dapat memenuhi tuntutan konsumen yang semakin peduli terhadap isu-isu ini. Dengan menghadapi tantangan-tantangan ini secara proaktif, sebuah brand dapat mengoptimalkan efektivitas PR Package untuk memperkuat citra merek dan mencapai kesuksesan jangka panjang. Kapan Waktu yang Tepat Menjalankan PR Package? Mengirim PR Package tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Terdapat waktu-waktu khusus untuk brand mengirimkan paket eksklusif ini. Semua waktu sudah diperhitungkan sesuai dengan tujuan brand. Berikut waktu yang tepat menjalankan PR Package. Peluncuran Produk Biasanya, saat ingin melakukan product launching, brand akan mengirimkan PR Package pada Influencer. Tujuannya untuk memberikan petunjuk kepada pelanggan mengenai produk baru dan membuat rasa penasaran. Hal ini dapat meningkatkan awareness produk baru hingga meningkatkan penjualan di awal. Seasonal Campaign Brand seringkali memanfaatkan momen untuk meluncurkan suatu kampanye. Contohnya momen hari raya atau momen khusus seperti Valentine. Biasanya, produk atau kemasan akan didesain sedemikian rupa sesuai dengan hari perayaan. Kemudian, para Influencer membuat konten unboxing di media sosialnya. Kolaborasi dan Kemitraan Strategi ini juga ditujukan sebagai bentuk pengumuman kolaborasi baru antara Influencer dengan brand. Kolaborasi biasanya ditandai dengan pembuatan produk bersama. Para pelanggan setia cenderung tidak akan melewatkan produk kolaborasi eksklusif ini. Special Events PR Package dikirimkan juga dalam bentuk undangan ke acara spesial. Misalnya, acara amal yang didukung oleh brand. Dengan begitu, brand dapat memperkuat hubungan dengan Influencer. Artinya, ini tidak hanya sebagai alat promosi, tetapi juga untuk membangun keterlibatan dengan khalayak dan memperkuat citra merek secara keseluruhan. Perayaan Anniversary Brand Momen perayaan hari jadi sebuah brand menjadi salah satu momen brand mengirimkan PR Package. Biasanya berisi produk limited edition edisi anniversary, memorabilia perjalanan brand, atau ucapan terima kasih. Hal ini akan memperlihatkan dedikasi brand di mata pelanggan. Kembangkan Bisnis Secara Tepat Bersama Startner Setelah membaca artikel diatas, kamu tentu jadi paham mengenai pentingnya suatu konten. Tidak hanya untuk Influencer, namun juga bagi individu maupun bisnis. Konten berkaitan erat dengan engagement dan exposure yang berguna bagi bisnis. Khususnya, konten di media sosial. Oleh karena itu, kamu perlu memulai membuat konten di media sosial seperti di Instagram untuk bisnismu. Caranya mudah. Hanya tinggal menggunakan jasa social media management dari Startner! Startner merupakan jasa konsultasi bisnis online yang akan membantu kamu mengelola akun instagram bisnis. Tim Startner akan membuatkanmu konten untuk feed instagram, story, copywriting, sedang membuat jadwal posting. Lengkap bukan penawarannya? Jadi, tunggu apalagi? Ayo, kembangkan bisnis secara tepat bersama Startner!
By Aliya Izetti
Inilah Benefit, Tantangan Bisnis Online to Offline, serta Cara Terbaik Menjalankannya!
Digitalisasi membuat bisnis Online to Offline (O2O) semakin menjadi pusat perhatian dalam dunia pemasaran global. Konsep yang menghubungkan dunia online dengan pengalaman belanja langsung, mengubah cara banyak orang berinteraksi dengan brand dan produk. Pasar bisnis Online to Offline global diperkirakan akan meningkat menjadi USD 1 juta atau setara dengan Rp 15,8 miliar pada tahun 2031. Besarnya pasar Online to Offline menjadi prospek bisnis yang menarik. Mungkin, kamu juga akan memulai model bisnis Online to Offlinedi tahun ini? Untuk itu, sebelum menjalankan model bisnis ini, kamu perlu memahami lebih dalam mengenai cara kerja bisnis Online to Offline, benefit, cara terbaik, hingga tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, artikel ini menjadi bekal kamu untuk memulai bisnis ini. So, let’s check this out! Apa yang dimaksud Bisnis Online to Offline? Bisnis Online to Offline (O2O) adalah strategi bisnis yang menarik calon pelanggan dari saluran online untuk melakukan pembelian di toko fisik. Bisnis Online to Offline menarik pelanggan online, seperti melalui e-mail dan iklan di internet, kemudian menggunakan berbagai pendekatan untuk mengajak pelanggan ke toko fisik. Online to Offline juga dapat diartikan sebagai proses dimana pelanggan melakukan pemesanan secara online dan mengambil pembeliannya di lokasi toko fisik. Strategi Online to Offline biasanya bertujuan untuk menarik pelanggan untuk membeli produk lainnya yang ada di toko fisik, selain pembelian yang sudah dilakukan melalui jaringan online. Bagaimana Cara Kerja Bisnis Online to Offline? Dahulu, banyak penjual khawatir tidak dapat bersaing dengan perusahaan e-commerce yang menjual barang secara online, terutama dalam hal harga dan pilihan. Toko fisik juga membutuhkan biaya sewa yang tinggi dan banyak karyawan untuk menjalankan toko. Karena ruang terbatas, penjual tidak dapat menawarkan seleksi barang yang luas. Sebaliknya, berjualan secara online dapat menawarkan seleksi yang luas tanpa harus membayar banyak karyawan dan hanya memerlukan akses ke ekspedisi untuk mengirimkan barang. Cara kerja perusahaan yang mengadaptasi bisnis Online to Offline, yaitu pengambilan barang yang dibeli secara online di toko fisik. Cara lainnya seperti memungkinkan barang yang dibeli secara online dapat dikembalikan di toko fisik. Pelanggan juga dapat melakukan pemesanan online saat berada di toko fisik. Benefit Bisnis Online to Offline Sumber: Pexels Mengadopsi jenis bisnis Online to Offline nyatanya memiliki banyak benefit. Beberapa usaha yang memiliki toko online dan toko fisik menggunakan saluran online sebagai pelengkap, bukan ditujukan untuk menjadi saingan toko fisik tersebut. Toko online membantu bisnis untuk meningkatkan popularitas di saluran online. Artinya, bisnis dapat menjaring banyak calon pelanggan baru dengan lebih cepat. Bisnis Online to Offline juga menciptakan kesadaran produk dan layanan secara online, yang memungkinkan calon pelanggan tersebut untuk meneliti berbagai penawaran, kemudian mengunjungi toko fisik, lalu melakukan pembelian. Strategi ini juga memungkinkan identifikasi pelanggan secara online berdasarkan profil dan preferensinya. Hal ini dapat membantu menghasilkan calon pelanggan yang tepat sasaran atau sesuai target market daripada pemasaran tradisional. Tantangan Bisnis Online to Offline Dengan banyaknya manfaat yang ditawarkan dari Online to Offline, tentu bisnis ini menghadapi banyak tantangan. Integrasi Teknologi Tidak semua pemilik bisnis toko fisik memahami pemanfaatan teknologi maupun internet. Hal ini menjadi tantangan pertama bagi kamu yang ingin membuka toko online. Mengintegrasikan sistem online dan offline tidaklah mudah. Memulai bisnis Online to Offline juga memerlukan infrastruktur teknologi yang kuat untuk memastikan pengalaman pelanggan yang baik. Sinkronisasi yang cermat antara platform e-commerce, inventaris, dan sistem POS (Point of Sale) di toko fisik sangat dibutuhkan. Ini dapat menjadi tantangan berikutnya karena perbedaan teknologi, infrastruktur, dan proses operasional antara platform online dan offline. Pengelolaan Inventaris Memastikan ketersediaan stok yang tepat di toko fisik untuk memenuhi pesanan online tanpa overstock atau understock merupakan tantangan terbesar. Pemesanan banyak hadir melalui saluran online. Namun, ternyata stok habis di toko fisik. Padahal, toko fisik juga membutuhkan stok yang cukup. Memastikan stok yang terdaftar secara online akurat dan sesuai dengan ketersediaan stok di toko fisik merupakan tantangan utama. Ketidaksesuaian stok dapat menyebabkan kekecewaan pelanggan dan kehilangan penjualan. Logistik Mengatur pengiriman produk dari toko fisik ke pelanggan atau dari gudang ke toko memerlukan perencanaan logistik yang efisien untuk meminimalkan keterlambatan atau kerusakan. Diperlukan strategi pengiriman yang efektif untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meminimalkan biaya logistik. Keamanan Data Karena sudah memasuki ranah online, kamu wajib menjaga keamanan data pelanggan. Mengelola data pelanggan sesuai dengan peraturan privasi yang berlaku, sambil menyediakan layanan online dan offline. Data yang tersimpan rapi akan meningkatkan kepercayaan pada bisnis. Persaingan dengan E-commerce Maraknya e-commerce tentu menjadi saingan terbesar. Bersaing dengan perusahaan e-commerce yang tidak memiliki toko fisik bisa sulit. Hal ini dikarenakan toko online dapat menawarkan harga lebih rendah dan kenyamanan belanja online yang lebih besar. Baca juga: Kelebihan dan Fitur Shopee yang Berguna untuk Bisnis Kelebihan, Kekurangan, dan Fitur Utama Tokopedia Cara Terbaik Menjalankan Bisnis Online to Offline Sumber: Pexels Menjalankan bisnis Online to Offline memerlukan pendekatan yang terencana dan strategis. 1. Memiliki Platform Digital yang Efisien Bangun dan kelola platform digital yang efisien untuk menarik pelanggan online lalu mengarahkannya ke toko fisik kamu. Pastikan juga website dan mobile app yang sudah kamu bangun mudah digunakan, serta menawarkan pengalaman yang menarik bagi pengguna. 2. Integrasi Inventarisasi Pastikan inventarisasi online kamu terintegrasi dengan toko fisik. Hal ini memastikan ketersediaan produk yang konsisten di seluruh platform, sehingga pelanggan dapat dengan mudah membeli atau mengambil produk yang diinginkan. 3. Melakukan Promosi dan Pemasaran Terpadu Gunakan strategi promosi serta pemasaran yang terpadu untuk menghubungkan pengalaman online dan offline. Lakukan promosi khusus, diskon, atau penawaran eksklusif yang berlaku baik secara online maupun di toko fisik. 4. Mengusahakan Layanan Pelanggan yang Konsisten Pastikan layanan pelanggan kamu konsisten di seluruh saluran. Baik itu melalui komunikasi online, seperti e-mail atau live chat, maupun di toko fisik. Pastikan pelanggan merasa dihargai dan didukung dalam setiap langkah pembelian. 5. Pengalaman Toko yang Menarik Buat pengalaman berbelanja yang menarik di toko fisik. Hal ini dapat mencakup desain interior yang menarik, layanan tambahan seperti demonstrasi produk. Selain itu, kamu bisa membuat acara-acara khusus yang melibatkan pelanggan secara langsung. 6. Pengoptimalan Lokasi Pilih lokasi yang strategis untuk toko fisik dan yang mudah diakses oleh pelanggan online. Lokasi yang baik dapat meningkatkan visibilitas dan menarik lebih banyak pelanggan potensial ke toko kamu. Temukan Bisnis yang Tepat Bersama Startner Bisnis Online to Offline merupakan strategi bisnis yang populer di era digital ini. Ini membuktikan bahwa dunia digital sangat dibutuhkan untuk mempercepat bisnis menemukan pelanggan baru. Maka, toko online perlu dibangun sebagai cara mengundang pelanggan baru tanpa meninggalkan toko fisik. Sebelum memulai bisnis, ada baiknya kamu tentukan model bisnis yang ingin kamu jalankan. Tidak perlu bingung, kamu dapat menggunakan jasa konsultasi bisnis online seperti Startner! Startner akan membantu kamu menemukan hingga membuat model bisnis yang tepat. Ini bisa menjadi langkah pertama kamu dalam membangun bisnis. Dengan Startner, kamu juga akan terbantu dalam menyusun dan mengimplementasikan model kanvas bisnis dengan arahan spesifik. Tidak perlu bingung lagi, kan, untuk memulai bisnis? Jadi, temukan model bisnis yang tepat hanya dengan Startner!
By Aliya Izetti
Chief Executive Officer (CEO): Perannya di Perusahaan dan Bedanya dengan Owner
Pastinya kamu pernah mendengar istilah CEO bukan pada struktur organisasi dalam suatu perusahaan? Chief Executive Officer (CEO) memegang peran sentral dalam menentukan arah dan kesuksesan organisasi. Seiring dengan kompleksitas dunia bisnis, peran CEO menjadi penting atas keputusan-keputusan kritis dan pengelolaan sumber daya perusahaan. Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui secara mendalam tentang pengertian CEO, perannya dalam organisasi, tugas-tugas yang diemban, serta tanggung jawab yang melekat pada posisi puncak ini. Dengan memahami peran dan tanggung jawab CEO secara lebih baik, kamu akan dapat menggali betapa pentingnya kontribusi mereka dalam kesuksesan suatu perusahaan. Simak, yuk! Siapa itu CEO? Chief Executive Officer (CEO) adalah eksekutif paling senior dan penting di dalam sebuah perusahaan. Tindakannya mengatur bagaimana perusahaan beroperasi karena CEO mengawasi keputusan manajerial dan melayani, serta berperan sebagai wajah publik untuk perusahaan. CEO memiliki beberapa tanggung jawab yang berkontribusi pada gaji yang tinggi dan persyaratan pekerjaannya. CEO mampu untuk menjelajahi peluang yang luas, mengelola sumber daya perusahaan, serta dapat menetapkan tujuan bagi Manajer untuk berusaha dalam operasi harian. Seorang CEO bertanggung jawab kepada dewan direksi, yaitu sebuah kelompok individu yang dipilih yang mewakili pemegang saham. Chief Executive Officer memastikan bahwa dewan direksi tetap up to date mengenai operasi korporat dan mungkin meminta bantuannya dalam hal anggaran. Beberapa individu beroperasi di bawah seorang CEO yaitu termasuk Manajer, Direktur, dan pejabat C-Level lainnya. Seorang Chief Executive Officer dapat meminta saran atau panduan dari individu-individu ini, namun proses pengambilan keputusan akhir sepenuhnya miliknya. Peran Seorang CEO Peran CEO sangatlah penting dalam sebuah perusahaan, karena posisinya yang paling tinggi dalam bisnis manapun. CEO bertanggung jawab atas semua keputusan bisnis kunci, yang pada akhirnya kesuksesan perusahaan. CEO memberikan contoh yang baik kepada seluruh pegawainya, seperti mencontohkan layanan pelanggan serta profesionalisme kerja. Posisi ini dapat juga dilihat sebagai simbol untuk perusahaan. Sementara pelanggan berinteraksi dengan karyawan berperingkat lebih rendah, masyarakat umum melihat CEO sebagai wajah publik dari bisnis. Impresi tentang posisi ini biasanya mempengaruhi apa yang publik pikirkan tentang organisasi tersebut. Tugas CEO di Perusahaan Sumber: Pexels Peran seorang Chief Executive Officer bervariasi secara signifikan antara perusahaan, industri, dan ukuran organisasi. Secara umum, CEO mungkin diharapkan untuk melakukan tugas-tugas seperti berikut. 1. Melaksanakan Perubahan dan Rencana yang Diusulkan Setelah merumuskan visi jangka panjang, CEO dan pimpinan eksekutif lainnya mulai melaksanakan rencana yang telah dirumuskan tersebut. Perubahan seringkali diimplementasikan secara langsung oleh manajer operasional, tetapi pada akhirnya tanggung jawab CEO untuk memastikan rencana jangka panjang tersebut dijalankan. 2. Terlibat Dalam Hubungan Media dan Masyarakat CEO sering menjadi wajah perusahaan, termasuk terlibat dalam hubungan media. Tugasnya seperti berbicara di konferensi, menyampaikan informasi kepada publik tentang perubahan penting dalam perusahaan, atau berpartisipasi dalam acara komunitas. 3. Menjaga Akuntabilitas dengan Dewan Direksi Dewan Direksi mengawasi kinerja keseluruhan perusahaan. Seorang CEO seringkali melaporkan kinerja perusahaan kepada dewan direksi, memberikan pembaruan tentang rencana strategis, dan mendapatkan umpan balik dari dewan tentang arah keseluruhan perusahaan. 4. Memantau Kinerja Keuangan Perusahaan Chief Executive Officer bertugas untuk memantau kinerja keuangan perusahaan, dengan mengandalkan metrik keuangan atau non keuangan demi melacak perkembangan. Laporan keuangan dinilai untuk mendapatkan gambaran cepat tentang keadaan perusahaan, lalu menyusun langkah strategis selanjutnya. Tanggung Jawab Seorang CEO Seorang CEO dapat mengambil tanggung jawab yang mereka inginkan. Bahkan, beberapa CEO, terutama di dalam organisasi yang lebih kecil, cenderung terlibat langsung dalam beberapa fungsi perusahaan. CEO mungkin akan tertarik pada fungsi tertentu seperti pemasaran atau keuangan, tergantung latar belakang profesional dan keahliannya. Menetapkan dan Menjalankan Strategi Organisasi Keputusan tentang produk baru, menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif, pasar baru potensial, serta mitigasi risiko atau memanfaatkan peluang, semuanya masuk dalam cakupan tanggung jawab CEO. Seperti halnya dengan segala sesuatu dalam sebuah organisasi, CEO akan mengandalkan data yang signifikan dan masukan dari pemimpin senior serta arahan serta wawasan dari Dewan Direksi. Namun, posisi ini memiliki kontrol operasional atas strategi dan pelaksanaan. Membangun Tim Kepemimpinan Senior CEO mampu menarik bakat hingga ke level senior. Meskipun tidak bertanggung jawab atas perekrutan atau pemecatan setiap karyawan, posisi ini bertanggung jawab atas membangun dan mengawasi tim kepemimpinan eksekutif. Adapun tim kepemimpinan eksekutif termasuk CFO (Chief Financial Officer), COO (Chief Operating Officer), dan C-Level lainnya yang mungkin ada. Dalam banyak organisasi, Dewan akan memiliki otoritas terakhir dalam keputusan perekrutan di tingkat C-Level. Tetapi dalam kebanyakan kasus, dewan sebenarnya mengikuti rekomendasi CEO. Mengambil Keputusan Pengalokasian Modal Manajer divisi dan departemen bertanggung jawab atas pengelolaan anggarannya masing-masing. Namun, menetapkan maupun mengelola anggaran keseluruhan organisasi untuk melaksanakan inisiatif strategis secara efektif, merupakan bagian dari tanggung jawab Chief Executive Officer. Selain itu, CEO juga akan memberikan pendapat tentang kapan dan bagaimana mengumpulkan dana, serta bagaimana cara terbaik untuk menggunakan modal surplus. Strategi termasuk melunasi hutang, mendistribusikan modal melalui dividen atau pembelian kembali saham, atau reinvestasi dalam bisnis. Menetapkan Visi, Nilai, dan Budaya Perusahaan CEO bertanggung jawab untuk merumuskan visi perusahaan yang menginspirasi dan mengarahkan semua anggota tim ke arah yang sama. Selain itu, CEO juga turut andil dalam membentuk hingga memelihara budaya perusahaan yang positif dan inklusif. CEO harus sangat sadar akan perilaku dan setiap tindakan yang diambil karena berdampak pada seluruh organisasi sedang memperhatikan. Bahkan keputusan seputar apa yang dipakai, bagaimana memperlihatkan diri dan berinteraksi dengan anggota lain dari perusahaan akan menentukan tone bagi seluruh organisasi. Mewakili Perusahaan kepada Semua Pemangku Kepentingan CEO merupakan wajah dari organisasi. Seorang Chief Executive Officer seringkali mewakili perusahaan di depan publik, pers, pembuat kebijakan atau regulator lainnya, karyawan, pelanggan, pemasok, atau pihak lain yang tertarik pada operasi perusahaan. Artinya, posisi ini bertanggung jawab untuk menjaga komunikasi dan keterlibatan yang transparan dengan semua pemangku kepentingan. Bedanya CEO dan Owner Sumber: Pexels Owner dalam bahasa Indonesia berarti pemilik atau pemilik tunggal suatu bisnis. Owner memiliki bisnis serta sumber daya keuangan pribadi untuk bisnis tersebut. Ownership atau kepemilikan dalam istilah hukum adalah seseorang yang memiliki hampir semua atau semua saham perusahaan dengan namanya. Seorang CEO, di sisi lain, merupakan gelar yang tidak memiliki kaitan dengan kepemilikan, melainkan lebih berkaitan dengan fungsi. Meskipun Chief Executive Officer berhak atas gaji dari perusahaan, seorang Owner tidak menerima gaji, melainkan berhak atas keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. CEO bertanggung jawab atas merencanakan dan menerapkan tujuan jangka panjang untuk perusahaan, berperan atas keputusan penting hingga mengawasi tugas-tugas para eksekutif C-Level lainnya. Jabatan eksekutif ini bekerja untuk mengembangkan dan mewujudkan visi serta tujuan jangka panjang perusahaan, hingga terlibat dalam mengembangkan kebijakan perusahaan. Karena Owner tidak memiliki peran tertentu, tanggung jawab mereka juga tidak ditentukan. Tetapi, karena ini merupakan perusahaan pribadi, Owner mengawasi dan bekerja pada berbagai aspek bisnis. Ini bisa mencakup segala hal mulai dari produksi hingga HR atau pengembangan bisnis hingga pemasaran. Siap Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Jadi, kamu sudah paham bukan mengenai peran CEO di sebuah perusahaan? Apakah kamu siap untuk menjalankan peran sebagai Chief Executive Officer di perusahaan atau menjadi Owner dalam bisnis yang kamu bangun? Menyesuaikan bisnis dengan perkembangan jaman dengan digitalisasi sangat penting. Untuk itu, kamu perlu berkonsultasi dengan ahlinya melalui jasa konsultasi bisnis online seperti Startner. Startner akan membuat bisnis kamu go digital melalui saran praktis dari sosok berpengalaman. Tim Startner terdiri dari konsultan bisnis berpengalaman dengan latar belakang di berbagai sektor industri. Kamu juga tidak perlu khawatir karena Startner akan selalu menyesuaikan dengan bisnis model apapun. Jadi, siapkan bisnismu agar Go Digital tanpa ragu bersama Startner!
By Aliya Izetti
Enterprise Resource Planning (ERP): Alasan Pentingnya Hingga Benefitnya untuk Bisnis
Dunia digital yang terus berkembang, pengelolaan bisnis yang efisien menjadi semakin penting bagi organisasi dalam menghadapi persaingan yang ketat. Salah satu solusi efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan strategis yaitu Enterprise Resource Planning (ERP). Tidak hanya sekadar software, ERP dapat menggabungkan berbagai fungsi bisnis menjadi satu platform yang terpusat. Dengan demikian, untuk memahami lebih dalam pentingnya ERP bagi bisnis, cara kerja, hingga benefitnya, kamu perlu mempelajarinya disini. Check this out! Apa itu ERP? Enterprise Resource Planning (ERP) merujuk pada jenis software yang digunakan organisasi untuk mengelola aktivitas bisnis sehari-hari seperti akuntansi, pengadaan, manajemen proyek, manajemen risiko dan kepatuhan, serta operasi supply chain. ERP lengkap mencakup manajemen kinerja perusahaan, software yang membantu merencanakan, menganggarkan, memprediksi, dan melaporkan hasil keuangan sebuah organisasi. Sistem ERP melekat dengan berbagai proses bisnis dan memungkinkan aliran data diantaranya. Dengan mengumpulkan data transaksional bersama organisasi dari berbagai sumber, sistem ini menghilangkan duplikasi data dan menyediakan integritas data dengan sumber tunggal yang benar. Saat ini, sistem ERP sangat penting untuk mengelola ribuan bisnis dari segala ukuran dan di semua industri. Pentingnya ERP bagi Bisnis Dalam memulai bisnis, penting untuk menjadi fleksibel dan memiliki keterampilan perencanaan serta organisasi yang baik untuk berhasil. Membangun bisnis tidak hanya dengan memiliki produk hebat, layanan, maupun konsep unik untuk dijual. Tanpa perencanaan yang baik, semua itu tidaklah berjalan dengan baik. Hal ini tentu dapat dihindari dengan merencanakan semua yang diperlukan. Selain itu, memvisualisasikan semua skenario yang mungkin terjadi, mengurangi risiko, dan membuat rencana bisnis yang terstruktur dengan baik. Apapun jenis bisnisnya, memiliki sistem ERP yang baik akan mendukung kamu dalam merencanakan sumber daya perusahaan dengan baik. Cara Kerja ERP dalam Bisnis ERP bekerja dengan mengurangi jumlah sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis secara optimal namun tetap memastikan profitabilitas dan peningkatan bisnis. Sistem ini berbeda dari aplikasi tunggal karena memungkinkan modul perusahaan lain dari perusahaan kamu untuk bekerja dari satu database. Sistem ini mengumpulkan data dari bagian-bagian yang berbeda dari bisnis. Ini menempatkan data ke lokasi pusat di mana karyawan yang membutuhkannya dapat mengaksesnya. Misalnya, ketika pesanan pengiriman diinisiasi untuk item terakhir dalam stok, modul manajemen inventaris harus mencatat informasi ini dan memberi tahu departemen terkait sehingga inventaris dapat dipulihkan. Tim penjualan juga akan diberi tahu sehingga tidak membuat janji yang tidak dapat dipenuhi. Benefit Penggunaan ERP dalam Bisnis Sumber: Pexels Meskipun konsep di balik sistem ERP sederhana, yaitu menyatukan semua departemen dan informasi dalam satu sistem, namun manfaatnya sangat besar. Dengan demikian, kamu perlu memahami beberapa benefit penggunaan ERP dalam bisnis. 1. Keamanan Data Data telah menjadi aset berharga bagi bisnis karena sangat krusial untuk membuat keputusan terbaik. ERP dapat membantu melindungi aset tersebut. ERP mengumpulkan data pada satu tempat, bukan tersebar di berbagai sistem. Dengan begitu, perlindungan data dapat ditingkatkan melalui sistem ini. ERP dapat meningkatkan keamanan data dengan membatasi siapa yang berwenang melihat dan mengedit data. Sebagian besar sistem memiliki izin yang mudah dikendalikan. Sistem ini juga memastikan kamu hanya melihat informasi yang dibutuhkan dan mengurangi peluang aktivitas tidak bertanggung jawab. 2. Data Terpusat Sebagian besar data dalam ERP dapat ditelusuri kembali. Ini karena semua informasi dari berbagai departemen dalam suatu bisnis disimpan dalam satu tempat. Tanpa sistem ini, data mudah tersebar luas. Hal ini membuat lebih sulit bagi kamu untuk melacak apapun yang dibutuhkan. ERP menstandarisasi semua data penting. Karena berada dalam satu sistem, semuanya akan dalam format yang sama, sehingga mengurangi masalah saat menjalankan laporan atau analisis. Informasi yang distandarisasi memungkinkan kamu mendapatkan semua wawasan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi. 3. Produktivitas yang Meningkat ERP mendukung produktivitas kerja, karena mendukung otomatisasi tugas-tugas dasar. Hal ini membebaskan para pekerja untuk mengerjakan tugas lain yang lebih penting. Sistem ini juga dapat menyelesaikan berbagai tugas lebih cepat dengan membuat proses lebih sederhana. Selain itu, dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari informasi yang dibutuhkan. 4. Peningkatan Fleksibilitas dan Skalabilitas ERP dirancang untuk bekerja di berbagai ukuran dan bentuk perusahaan. Itulah mengapa ERP dibangun dengan fleksibilitas yang mendalam ke dalam sistemnya. Fleksibilitas ini mampu untuk menyesuaikan sistem untuk memenuhi persyaratan khusus, seperti proses unik atau matrix yang tidak umum. Kamu dapat menggunakan fungsionalitas yang ditawarkan oleh sistem ini sekarang, sambil menambah lebih banyak kemampuan di masa mendatang. Dalam hal ini, sistem dapat berkembang seiring dengan bisnis kamu yang juga sedang tumbuh. 5. Penghematan Biaya Penerapan ERP menurunkan biaya secara keseluruhan. Otomatisasi yang ditawarkan oleh sistem ini dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan banyak biaya administratif dan operasional. Misalnya, beberapa data administratif memerlukan kertas. Dengan sistem ini, penggunaan kertas bisa dikurangi. ERP juga mampu menghemat pengeluaran lainnya. Bahkan, sistem ini mampu mengidentifikasi sumber pengeluaran yang lebih tinggi dengan cepat. Selain itu, ERP dapat mencegah pesanan mendesak, produksi atau pemesanan berlebihan, yang semuanya dapat meningkatkan biaya. 6. Customer Service yang Lebih Baik Hampir setiap bisnis bersaing dengan bisnis lain untuk pelanggan yang sama. Itulah mengapa customer service sangat penting. ERP membantu perusahaan meningkatkan layanannya karena sistem ini menyatukan semua informasi pelanggan, mulai dari detail kontak hingga riwayat pesanan dalam satu tempat. Hal ini memudahkan solusi yang lebih cepat dan pengalaman yang lebih personal ketika pelanggan membutuhkan bantuan. Sistem ini memperkecil masalah yang akan membuat pelanggan puas dan meningkatkan kemungkinan menjadi loyal customer. 7. Memperluas Kolaborasi Sistem ini menawarkan visibilitas terhadap cara kerja tim lain. Hal ini membuat peluang bekerja bersama jauh lebih mudah serta berinisiatif secara proaktif, ketika ada kesempatan untuk membantu tim. Tim tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dan tidak terintegrasi dengan sistem back-end lainnya. Ketika tim berkomunikasi lebih sering dan bekerja bersama, seluruh bisnis akan mendapatkan manfaat. Kurangnya komunikasi atau ketidaktahuan tentang apa yang dilakukan orang lain hanya akan menyebabkan masalah. Tetapi solusi ERP membantu mencegah hal-hal tersebut. Kekurangan dari Penggunaan ERP bagi Bisnis Dengan banyaknya manfaat dari penggunaan ERP, sistem ini juga memiliki banyak kekurangan. Perhatikan kekurangan dari penggunaan ERP di bawah ini sebelum menerapkannya pada bisnismu. Meningkatkan Kompleksitas ERP merupakan tools manajemen bisnis yang menyeluruh, dan bisa cukup kompleks. Software tersebut bisa menjadi solusi bagi banyak bisnis, dengan segala efisiensi yang ditawarkan. Namun, beberapa proses di beberapa organisasi mungkin menganggap solusi ERP terlalu besar dan tidak cocok untuk kebutuhannya. Cara terbaik untuk menghindari masalah ini yaitu dengan membangun role-based user training dan menyederhanakan software ERP kamu agar sesuai dengan kebutuhan bisnis. Menambah Biaya Jangka Pendek Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika memikirkan beralih ke sistem ini. Salah satunya yaitu biaya. Bukan hanya biaya software-nya, tetapi juga biaya waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk mengimplementasikan sistem, serta melatih karyawan di semua departemen. Aspek lainnya yaitu biaya operasional berkelanjutan yang dibutuhkan dari solusi ERP, khususnya solusi ERP on-premises. Cara terbaik untuk menghindari biaya ini yaitu dengan memanfaatkan sistem ERP berbasis cloud, yang merupakan solusi Software-as-a-Service (SaaS), yang dapat dijalankan dari lokasi manapun. Lebih Memakan Waktu Karena sistem ini dapat disesuaikan, dan bukan merupakan software yang cocok untuk semua, ini bisa menjadi sangat memakan waktu. Penyesuaian merupakan keuntungan besar dari solusi ERP, tetapi bisa menjadi tantangan karena harus dibangun dari awal. Proses implementasi membutuhkan waktu, dan bisnis harus siap untuk proses yang panjang. Waktu yang dibutuhkan untuk beralih ke sistem ERP tergantung pada sistem warisan mana yang digunakan. Cara terbaik untuk menghindari masalah ini dengan memiliki rencana implementasi ERP yang jelas, ringkas, dan mencakup tim implementasi yang ditugaskan. Mulai Bisnis Tanpa Keraguan Bersama Startner Adopsi digital yang semakin luas pemanfaatannya, kini masuk ke dalam sektor bisnis. Dengan mengadopsi sistem seperti ERP, bisnis dapat meningkatkan efisiensinya, mengurangi kompleksitas, dan mempercepat pertumbuhan. Untuk dapat mengoptimalkan bisnis, di era digital ini kamu membutuhkan jasa konsultasi bisnis online berpengalaman seperti Startner. Berkonsultasi di Startner dapat menjadi langkah penting dalam perjalanan menuju transformasi digital yang sukses. Jadi, mulai bisnis tanpa ragu bersama Startner sekarang juga!
By Aliya Izetti
Mengenali Ciri, Kelebihan, dan Kekurangan Startup!
Kemajuan teknologi mendorong banyak bisnis baru bermunculan, hingga menciptakan ekosistemnya sendiri. Salah satu bisnis yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini yaitu startup. Perusahaan startup yang awalnya muncul di Amerika Serikat awal tahun 1998 ini meluas dan diadaptasi di banyak negara, termasuk Indonesia. Indonesia menjadi negara yang cukup cepat perkembangan teknologinya, yang diikuti dengan ekosistem startup, yang semakin berkembang. Bahkan, Indonesia di tahun 2024 menjadi negara dengan jumlah startup terbanyak yaitu berjumlah 2.562 per awal tahun 2024. Dengan demikian, startup menjadi ide bisnis yang layak dibangun, khususnya bagi kamu seorang Entrepreneur yang inovatif, kreatif dan revolusioner. Untuk itu, simak artikel di bawah ini yang membahas tentang seluk beluk startup, mulai dari ciri-ciri, kelebihan, serta kekurangannya. Check this out! Apa itu Startup? Istilah startup atau dalam bahasa Indonesia berarti perusahaan rintisan, mengacu pada perusahaan yang berada dalam tahap awal operasi. Startup didirikan oleh satu atau lebih Entrepreneur yang ingin mengembangkan produk atau layanan yang dipercaya memiliki permintaan. Biasanya, produk dan layanan dibuat untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata. Startup umumnya belum memiliki model bisnis yang sepenuhnya dikembangkan. Perusahaan ini juga kurang memiliki modal yang memadai untuk melangkah ke tahap bisnis berikutnya. Sebagian besar perusahaan ini awalnya didanai oleh para pendirinya. Banyak startup mencari dana tambahan dari pihak lain, termasuk keluarga, teman, dan venture capital. Perusahaan-perusahaan rintisan ini dapat menggunakan modal awal untuk berinvestasi dalam penelitian dan mengembangkan rencana bisnis. Penelitian pasar membantu menentukan permintaan akan produk atau layanan. Sedangkan rencana bisnis yang komprehensif menguraikan pernyataan misi, visi, dan tujuan perusahaan, serta strategi manajemen hingga pemasaran. Ciri-Ciri Startup Sebuah perusahaan dapat dikatakan startup karena memiliki beberapa ciri-ciri yang terlihat jelas. Startup memiliki beberapa karakteristik umum yang membedakannya dari bisnis tradisional yang lebih mapan. Skalabilitas Startup selalu berusaha untuk meningkatkan ukuran dan pendapatannya dalam waktu singkat. Sehingga memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Kecepatan ini menjadi salah satu karakteristiknya dalam memperluas produksi dan penjualan tanpa terlalu mempengaruhi tingkat pengeluaran. Mengandalkan Teknologi dan Inovasi Startup merupakan perusahaan yang lahir berdasarkan ide-ide inovatif untuk memenuhi kebutuhan baru di pasar, serta menawarkan solusi yang berbeda untuk masalah sehari-hari. Bahkan mampu mengeksplorasi kemungkinan baru dengan konsep-konsep yang membedakannya dari bisnis lainnya. Untuk menjalankan setiap inovasi, perusahaan rintisan mengandalkan teknologi digital untuk berkembang. Mulai dari memaksimalkan jangkauan dan kehadiran, pemasaran, analisis pasar, hingga pengelolaan mandiri operasi bisnis. Mengadaptasi Pendekatan Global Perusahaan rintisan tumbuh dan berkembang dengan cepat, dengan fokus yang lebih luas hingga mengglobal. Startup memiliki akses ke pasar yang lebih besar daripada hanya fokus pada pasar lokal atau regional. Dengan karakteristik ini, memberi banyak kesempatan untuk mencapai lebih banyak pelanggan potensial dan meningkatkan potensi pertumbuhan. Didominasi Usia Muda Startup merupakan perusahaan yang sedang berkembang, dan telah mencapai tahap awal dalam manajemen brand, penjualan, serta rekrutmen karyawan. Lingkungan perusahaan rintisan biasanya muda dan modern. Hal ini didorong oleh pentingnya teknologi yang nyata dan prevalensinya dalam operasinya. Biaya Awal yang Rendah Startup diciptakan dengan premis biaya produksi rendah untuk tumbuh lebih cepat. Dengan demikian dapat meningkatkan margin keuntungan. Bahkan, perusahaan rintisan memulai dengan tenaga kerja yang kecil dan tanpa tempat sendiri, maupun di kantor bersama (co-working). Kelebihan Startup Sumber: Pexels Perkembangan perusahaan rintisan yang cepat bukan tanpa alasan. Hal ini dikarenakan startup memiliki sejumlah kelebihan yang membedakannya dari bisnis yang lebih mapan. Inovatif Perusahaan rintisan dikenal karena ide-ide dan solusi inovatifnya. Artinya, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk menjelajahi konsep dan teknologi baru, sehingga menghasilkan produk atau layanan yang revolusioner. Pekerjaan di startup juga bisa lebih memuaskan karena inovasi disambut baik dan Manajer membiarkan karyawan berbakat mengembangkan ide-ide yang dimiliki. Personalisasi Personalisasi merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh banyak perusahaan rintisan. Startup memberikan produk dan layanan dengan sentuhan personal. Ini menciptakan experience yang unik dan personal bagi pelanggan. Perusahaan rintisan juga mempelajari dan memahami kebutuhan bisnis pelanggan. Hal ini membangun hubungan yang langgeng dengan pelanggan melalui penawaran khusus dan solusi responsif. Agility Agility atau kemampuan beradaptasi merupakan salah satu kelebihan startup. Sejak perusahaan rintisan merupakan perusahaan kecil dan masih kurang terstruktur dengan baik, bisnis ini selalu inovatif serta terus meningkatkan model bisnis, proses, hingga portofolio. Ini memungkinkan startup beradaptasi dengan teknologi yang mengganggu dan perubahan kondisi pasar. Startup bisa lebih gesit serta adaptif daripada perusahaan yang lebih besar dan mapan. Bahkan, bisa dengan cepat beralih arah, menyesuaikan strategi, dan merespons perubahan kondisi pasar. Fleksibel Perusahaan rintisan juga dikenal memiliki kebutuhan hingga tuntutan yang cukup unik untuk produk dan layanan. Ini mungkin tidak dapat dipenuhi oleh organisasi lebih besar yang beroperasi secara kaku. Startup sangat fleksibel dan lebih cenderung bekerja pada jam, tempat, serta cara yang sesuai dengan kebutuhan. Startup cenderung lebih santai dalam sifatnya, menjadikan jam kerja yang fleksibel, interaksi karyawan yang lebih banyak, dan fleksibilitas lainnya. Startup juga cenderung memiliki manfaat tempat kerja yang lebih baik, seperti tempat penitipan anak, makanan gratis, dan jam kerja yang lebih singkat. Budaya Tim yang Kompak Perusahaan rintisan membentuk budaya tim yang kompak, erat dan berbagi antusiasme, keyakinan, serta nilai-nilai. Ini dibudayakan mulai dari Founder hingga karyawan. Tim harus bekerja bersama untuk kebaikan perusahaan, pelanggannya, dan dunia pada umumnya. Potensi Pertumbuhan Cepat Startup memiliki potensi untuk pertumbuhan dan skalabilitas yang cepat. Jika mengidentifikasi suatu niche atau proposisi nilai yang unik, perusahaan rintisan dapat dengan cepat mendapatkan pangsa pasar. Kekurangan Startup Memulai perusahaan rintisan bisa sangat mendebarkan namun juga menantang. Meskipun ada banyak keuntungan dan peluang yang datang dengan memulai perusahaan sendiri, ada juga potensi kerugian yang perlu dipertimbangkan. Risiko Kegagalan Tinggi Tingkat kegagalan untuk startup tinggi. Banyak bisnis baru tidak bertahan selama beberapa tahun pertama karena berbagai tantangan, termasuk persaingan, perubahan pasar, dan masalah keuangan. Risiko tinggi juga menghambat kemampuan untuk menarik staf yang berpengalaman dan kompeten. Kompensasi Rendah Karena perusahaan rintisan masih ada di tahap awal, profit yang signifikan belum terlihat. Hal ini berpengaruh pada kompensasi seperti gaji atau penghargaan belum dapat diberikan secara maksimal. Beberapa perusahaan rintisan menyerah karena demotivasi bekerja tanpa kompensasi yang memadai. Kompetisi Ketat Masuk ke pasar dengan ide inovatif seringkali menarik persaingan dari pemain yang sudah mapan atau startup lainnya. Tekanan persaingan ini bisa sulit untuk ditangani. Persaingan juga selalu tinggi karena cenderung ada sejumlah perusahaan rintisan yang bekerja dengan ide yang sama. Jam Kerja Panjang Menghasilkan Stres Jam kerja yang panjang merupakan ciri khas dari startup. Para pendiri dan karyawan startup seringkali bekerja jam kerja yang panjang, hingga menghadapi tingkat stres yang tinggi. Hal ini dikarenakan tim dalam perusahaan harus menjalankan beberapa tanggung jawab sekaligus dan tekanan untuk sukses. Siap Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Membangun startup bisa menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan di era teknologi yang sedang berkembang ini. Apalagi, bisnis ini banyak diminati generasi muda. Nah, untuk membangun bisnis startup, kamu membutuhkan jasa konsultasi bisnis online seperti Startner! Konsultasi bisnis di Startner akan membantu kamu dalam menemukan dan membuat model bisnis yang tepat. Dengan Startner, kamu bisa mendapatkan saran praktis, feedback objektif, hingga wawasan bagaimana memimpin perusahaan rintisan. Jika kamu mencari solusi dalam membangun bisnis, maka Startner yang kamu butuhkan! Ayo, beli jasanya sekarang juga!
By Aliya Izetti
Catat Peluang dan Langkah untuk Memulai Bisnis Fashion
Industri fashion termasuk salah satu yang bergerak sangat cepat dan terus bertumbuh. Hal ini dikarenakan industri menyesuaikan tren yang juga berganti dengan cepat, yang didukung oleh media, industri hiburan, dan tren berbelanja online. Besarnya dukungan pada industri ini membuka peluang besar pada bisnis fashion. Bagi yang tertarik memulai bisnis fashion di tahun 2024, ada baiknya kamu pelajari dan pahami berbagai peluang serta tantangan bisnisnya terlebih dahulu. Catat langkah-langkah dan juga tips memulai bisnis fashion di bawah ini. Peluang Bisnis Fashion di Tahun 2024 Luasnya kesempatan berbisnis di bidang fashion, membuka peluang emas untuk kamu yang ingin memulainya. Tetapi sebelum itu, kamu perlu mengetahui apa saja peluang bisnis fashion di tahun 2024, seperti di bawah ini. Pertumbuhan Pasar Global Data terbaru industri pakaian global menunjukkan bahwa pendapatan dari pasar pakaian diperkirakan akan mencapai $1.79 triliun pada tahun 2024, meningkat sebesar 3.47% dari tahun 2023 yang sebesar $1.73 triliun. Ini menandai pertumbuhan yang signifikan dalam enam tahun terakhir. Tren Fashion Berkelanjutan Tren fashion terkini dengan mengusung tema sustainability (berkelanjutan) dan eco friendly, sudah banyak bermunculan untuk mendukung mode berkelanjutan dengan slow fashion. Tren ini otomatis membuka pasar baru karena terjadi perubahan perilaku konsumen menuju pilihan yang lebih berkelanjutan. Tren ini sedang membentuk ulang pasar, mendorong fashion brand untuk mengevaluasi kembali praktiknya serta berinvestasi dalam operasi yang etis dan berkelanjutan. Kamu bisa ambil peluang bisnis fashion ini dengan fokus pada brand value dan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Teknologi dan Artificial Intelligence (AI) Penggunaan teknologi mampu memberikan kemudahan bagi konsumen dan Desainer. Mulai dari asisten virtual yang mampu membantu konsumen mencoba pakaian (virtual try-on) hingga chatbot dan manajemen inventaris. AI juga menjadi tools berharga bagi konsumen dan Desainer karena kecepatan dan efisiensi yang ditawarkan. Menurut McKinsey, AI generatif mungkin akan menambahkan antara $150 hingga $275 miliar dolar ke industri fashion dalam lima tahun mendatang. Dari sudut pandang kreatif, AI juga dapat membantu pada tahap desain, pengembangan, pemodelan 3D, dan menciptakan model yang terlihat realistis untuk kampanye. Tren E-Commerce Industri e-commerce semakin berkembang di era digital ini. Persaingan di pasar pakaian e-commerce akan semakin intensif seiring dengan terus meningkatnya nilainya. Pada tahun 2024, penjualan fashion online diprediksi akan mencapai $1 triliun atau sekitar Rp15 triliun. Kamu perlu mengandalkan e-commerce yang kini tersedia untuk mengenalkan bisnis. Platform ini menyediakan sistem manajemen lengkap bagi penjual, sehingga bisnis fashion dapat berjalan dengan efisiensi waktu dan kinerja. Adapun sistem ini mulai dari mengelola inventaris, memproses pembayaran, memasarkan produk, hingga memenuhi pesanan melalui interface yang intuitif. Menggunakan e-commerce juga memungkinkan bisnis fashion menjangkau pasar global. Tren Pakaian Bekas atau Thrift Banyak orang yang tertarik dengan gaya vintage, yang produknya bisa ditemukan di toko barang bekas. Konsumen semakin aware akan dampak lingkungan dari keputusan pembelian. Tren gaya vintage dengan thrifting membantu mengurangi limbah, karena pakaian tidak berakhir di tempat pembuangan, melainkan digunakan kembali oleh orang yang berbeda. Toko-toko yang menawarkan aktivitas thrifting juga sudah banyak bermunculan. Ini tentu bisa dijadikan peluang bisnis fashion, yang bisa sangat menguntungkan. Untuk pakaian bekas, kamu tidak perlu memiliki modal yang besar. Lalu, pasarkan melalui online agar lebih mudah menjangkau konsumen dan tidak perlu membayar sewa tempat. Tantangan dalam Memulai Bisnis Fashion Industri fashion sangat kompetitif. Para pelakunya harus menyesuaikan dengan tren yang selalu berubah dan berkembang. Terlebih lagi, jika hadir sebagai pendatang baru. Ini bisa menjadi tantangan tersendiri ketika ingin memulai bisnis fashion. Berikut beberapa tantangan dalam memulai bisnis fashion. Persaingan yang Ketat Industri fashion dipenuhi dengan berbagai brand yang sudah mapan, dengan membawa gayanya masing-masing dan inovasi yang unik. Ini mendorong brand untuk mampu membedakan diri dari pesaing. Sebuah brand harus membangun dan menunjukkan karakternya yang kuat agar lebih mudah mendapat sorotan. Mengintegrasikan Teknologi Dunia mode telah terbuka dengan kemajuan teknologi. Teknologi dalam fashion memainkan peran kunci dalam desain dan produksi, hingga pemasaran serta penjualan. Ini mendorong brand untuk menciptakan desain yang lebih cepat, melihat permintaan, mengelola inventaris dengan efisien, serta terhubung dengan pembeli dengan cara baru dan menarik. Perubahan Perilaku Konsumen Tren fashion bukanlah satu-satunya yang mengalami perubahan, tetapi juga perilaku konsumen. Konsumen semakin cerdas dan kritis mencari kombinasi antara kualitas, keberlanjutan, serta pengalaman berbelanja yang personal. Bisnis fashion perlu memahami perilaku berbelanja dan preferensi konsumen. Keuangan Memulai bisnis fashion membutuhkan investasi awal yang signifikan untuk produksi, pemasaran, dan operasional. Manajemen keuangan yang baik dan kemampuan untuk mengelola arus kas dengan bijaksana sangat penting untuk kelangsungan bisnis. Langkah-Langkah Memulai Bisnis Fashion Sumber: Pexels Kamu tidak bisa gegabah saat ingin memulai bisnis fashion untuk pertama kali. Langkah awal yang tepat akan menentukan kesuksesan bisnis di masa depan. Untuk itu, perhatikan langkah-langkahnya di bawah ini. Riset dan Pilih Pasar Yang Diminati Tujuan dari riset pasar yaitu untuk mengetahui lebih banyak tentang calon konsumen dan pesaing. Riset juga menjadi suatu proses yang akan membuat kamu lebih siap untuk meraih kesuksesan bisnis, di tengah kompetitifnya pasar. Ketika kamu sudah menemukan niche yang tepat, kesempatan untuk menonjol lebih besar. Kamu dapat mengelola riset pasar dengan beberapa cara, termasuk melakukan riset online, berbicara dengan konsumen, atau pergi ke toko-toko kompetitor dan lokasi lainnya untuk memeriksa pasar. Karena begitu banyak pakaian dijual secara online, kamu dapat menggunakan internet untuk melihat brand fashion populer. Buat Anggaran untuk Bisnis Fashion Membuat rencana bisnis dan anggaran akan membantu memberikan gambaran yang lebih baik tentang berapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk meluncurkan bisnis fashion. Tentukan apakah bisnis bergerak pada skala kecil atau besar. Menyusun rencana bertujuan untuk mengetahui apakah ide-ide kamu dapat diubah menjadi bisnis secara realistis. Selain itu, rencana bisnis biasanya akan diperlukan jika mengajukan pinjaman modal awal atau pinjaman bisnis. Mendaftarkan Bisnis Fashion Sebelum memulai bisnis fashion, kamu perlu memilih struktur bisnis mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Apakah penjual tunggal, kemitraan, atau perseroan terbatas. Jika kamu menjadi seorang penjual tunggal kamu dapat menyimpan keuntungan sepenuhnya. Adapun kemitraan, yaitu ketika dua atau lebih mitra berbagi tanggung jawab, risiko, keuntungan, dan kerugian bisnis. Sedangkan perseroan terbatas, artinya kamu akan memiliki saham dan pemegang saham serta dapat menyimpan semua keuntungan setelah pajak. Mencari Pendanaan Bisnis Fashion Setelah membuat anggaran dan mendaftarkan bisnis fashion, kamu siap untuk mencari pendanaan. Terdapat pilihan sumber dana ini yang bisa kamu gabungkan. Mulai dari tabungan pribadi, pinjaman dari teman, keluarga, atau pemerintah, pinjaman bisnis, Angel Investor, dan crowdfunding. Kamu juga membutuhkan tempat untuk menyimpan uang, yang akan digunakan untuk memulai bisnis dan menjalankannya. Penjual tunggal dapat menggunakan rekening bank pribadi untuk transaksi bisnis. Adapun perseroan terbatas atau kemitraan perlu menjaga keuangan bisnis terpisah, dengan membuka rekening bank khusus bisnis. Temukan Konsumen Pertama Apabila berencana menjual langsung kepada konsumen, pertimbangkan apakah ingin menggunakan e-commerce, toko ritel, atau membuat website sendiri. Semua hal ini dapat ditangani dengan membuat rencana pemasaran. Kamu juga dapat mengiklankan brand fashion kamu secara online. Media sosial bisa menjadi tools yang sangat efektif untuk mencapai konsumen baru. Bekerja sama dengan Influencer untuk mempromosikan produk juga merupakan cara yang populer saat ini untuk mempromosikan bisnis fashion. Tips Memulai Bisnis Fashion Memulai bisnis fashion perlu direncanakan dengan matang. Dibutuhkan banyak hal untuk mempersiapkannya hingga sampai pada waktunya brand diluncurkan. Beberapa tips esensial di bawah ini akan memudahkan kamu memulai bisnis fashion. Tentukan Brand Identity Membuat identitas brand yang autentik dan menarik merupakan salah satu pilar kesuksesan di pasar fashion. Citra brand yang positif memfasilitasi lebih banyak penjualan dan konversi. Mulailah dengan mengidentifikasi sisi unik atau apa yang membedakan produk kamu dari brand lainnya. Kenali Preferensi Konsumen Preferensi konsumen yang cepat berubah harus selalu diteliti. Dengan memahami kebutuhan dan preferensinya, kamu dapat menyediakan produk atau layanan yang lebih sesuai serta berkualitas tinggi. Ini akan meningkatkan tingkat kepuasan konsumen dan membangun hubungan jangka panjang yang kuat. Memprioritaskan Pengalaman Konsumen Melalui Website Online presence sangat penting di era digital. Jadikan website sebagai sajian yang user-friendly interface dan menarik. Desain website yang clean serta intuitif secara signifikan mempengaruhi penjualan online. Gunakan segala kreativitas untuk merancang website dengan penuh foto-foto produk yang luar biasa. Mengasah Kemampuan Berkomunikasi Asah kemampuan berkomunikasi. Seberapa unik produknya, tidak akan dikenal luas jika tidak dikomunikasikan. Mulailah membangun hubungan dengan orang-orang di bisnis ini yang relevan. Mulai dari pemasok, konsumen, mentor, serta komunitas dan pihak lainnya. Jaga hubungan yang terjalin ini dengan bersikap sopan, profesional, jujur, dan responsif. Kumpulkan Ulasan dan Kritik Ulasan terbaik datang dari orang-orang yang tidak mengenalmu. Dapatkan kritik dari para profesional dan orang-orang yang benar-benar tertarik dengan brand kamu. Dengarkan dan praktikan sarannya untuk melakukan perbaikan pada bisnis seiring waktu. Siap Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Untuk membangun bisnis fashion, kamu perlu melakukan segala persiapan yang matang. Terutama bagi kamu yang baru pertama kali terjun ke dunia bisnis, tentu kamu membutuhkan mentor untuk mengarahkanmu dalam menentukan konsep bisnis hingga mengambil keputusan. Maka, kamu membutuhkan jasa konsultasi bisnis online seperti Startner! Bersama CEO Startner, kamu akan berdiskusi hingga diberikan saran praktis dan objektif, dalam mengelola bisnismu. Alhasil, ini akan mengurangi kesalahan dalam mengambil keputusan bisnis. Artinya, Startner akan membantumu menggali potensi bisnis dengan maksimal. Siap memulai bisnismu sekarang? Bergabunglah bersama Startner tanpa ragu sekarang juga!
By Aliya Izetti
Berbagai Alasan Penting dan Benefit Facebook Ads untuk Kegiatan Marketing
Beriklan di sosial media menjadi salah satu pilihan yang ideal saat ini. Jangkauan audiens dan engagement yang lebih luas, serta harga yang lebih terjangkau dari platform iklan konvensional, menjadi beberapa alasan mengapa beriklan sosial media begitu disukai oleh bisnis. Salah satu platform sosial media yang paling banyak digunakan untuk aktivitas marketing yaitu Facebook. Facebook membuka platform untuk beriklan, yang dikenal dengan Facebook Ads. Jika ingin beriklan melalui Facebook Ads pada tahun 2024, kamu memiliki potensi jangkauan iklan sebanyak 1,98 miliar orang. Untuk itu, kamu dapat mengandalkan Facebook Ads untuk mulai mengiklankan bisnis kamu. Simak manfaat, serta kelebihan dan kekurangan Facebook Ads bagi bisnis, agar kamu lebih paham. Check this out! Apa itu Facebook Ads? Facebook Ads atau FB Ads adalah platform iklan berbayar yang disediakan oleh Meta kepada suatu bisnis, untuk mempromosikan produk atau layanannya, kepada pengguna media sosial Facebook. Facebook Ads memungkinkan bisnis menargetkan demografi tertentu yang lebih spesifik, atau yang ditargetkan. Selain dari demografi, Facebook Ads dapat menargetkan ke audiens yang lebih luas berdasarkan lokasi, minat, serta informasi profil dan aktivitas online. Facebook Ads tersedia dalam berbagai format, seperti gambar, video, atau karusel. Facebook Ads dapat muncul di seluruh aplikasi, termasuk di Feeds, Stories, Messenger, Marketplace, dan lainnya. Kenapa Facebook Ads Penting untuk Bisnis? Facebook memiliki lebih dari dua juta pengguna aktif harian dan merupakan salah satu platform media sosial paling populer di dunia. Ini berarti bahwa beriklan di Facebook berpotensi untuk mencapai audiens yang besar dan beragam. Facebook merupakan platform yang dapat diandalkan untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya, karena basis pengguna terus meningkat. Berkat jumlah pengguna yang tinggi di Facebook, ada berbagai kesempatan untuk mengiklankan bisnis di platform tersebut. Misalnya, beriklan di Facebook melalui Facebook Marketplace, Messenger, atau halaman beranda Facebook. Cara ini memungkinkan bisnis kamu menempatkan kampanye iklan di tempat-tempat calon pelanggan, yang kemungkinan besar akan melihat dan berinteraksi dengan bisnis. Tentu hal ini membantu dalam mengembangkan bisnis. Benefit Menggunakan Facebook Ads Sejak diluncurkan pada tahun 2004, Facebook merupakan salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan di dunia hingga saat ini, dengan 3,07 miliar pengguna aktif bulanan. Jumlah tersebut mencakup 37,90% dari populasi dunia dan 60,91% dari pengguna media sosial global. Kehadiran bisnis kamu di platform ini akan memberi manfaat dalam mendapatkan exposure kepada calon pelanggan. Dengan banyaknya pengguna, Facebook Ads akan membantu dalam meningkatkan brand awareness bisnis. Meningkatkan brand awareness, juga berarti mendorong website traffic. Dengan menggunakan Facebook Ads, kamu dapat menargetkan audiens yang relevan dengan bisnis dan menampilkan tautan langsung ke website kamu dalam iklan tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan kunjungan online. Baca juga: Benefit dan Cara Kerja SEM untuk Marketing Jenis Copywriting untuk Tunjang Markteing Kelebihan Facebook Ads Sumber: Pexels Facebook memiliki banyak fitur yang bermanfaat bagi bisnis. Memahami kelebihan Facebook Ads dapat membantu bisnis kamu saat ingin membuat keputusan pemasaran yang tepat. Berikut kelebihan dari Facebook Ads. Target Audiens yang Lebih Detail Opsi targeting yang terperinci dari Facebook memungkinkan bisnis untuk fokus pada pelanggan ideal. Kelebihan ini dapat membuat audiens yang di kustom secara mandiri, berdasarkan kriteria seperti usia, jenis kelamin, lokasi, minat, dan perilaku. Hal ini dapat memastikan iklan mencapai target kriteria yang telah ditentukan bisnis, untuk mencapai tingkat konversi tertentu. Keterlibatan Pengguna Tinggi Pengguna Facebook menghabiskan banyak waktu untuk menjelajahi feed. Kebiasaan ini memberikan peluang utama bagi bisnis untuk menarik perhatian dengan iklan yang menarik. Tingkat keterlibatan pengguna yang tinggi berarti lebih banyak kesempatan bagi bisnis untuk berinteraksi dengan calon pelanggan. Analytics dan Insights Facebook menyediakan analytics dan insights yang kuat yang memungkinkan bisnis untuk melacak kinerja iklan. Dengan data ini, bisnis dapat mengoptimalkan kampanye, meningkatkan pesan, dan memaksimalkan pengembalian investasi. Biaya Iklan Terjangkau Dibandingkan dengan saluran periklanan seperti radio, TV, billboard, media cetak, dan lainnya, beriklan melalui Facebook Ads jauh lebih murah. Adapun biaya rata-rata Cost Per Click (CPC) pada Facebook Ads awal tahun 2024, yaitu Rp9.400. Artinya, bisnis membayar sekitar Rp500-Rp600 per click. Sedangkan biaya rata-rata Cost Per Impression (CPM) sebesar $ Rp169.000. Ini berarti, bisnis membayar sekitar Rp159.000-Rp175.000 per seribu kali iklan muncul. Kekurangan Facebook Ads Meskipun memiliki banyak kelebihan, Facebook Ads memiliki sejumlah kekurangan. Mengenali potensi masalah ini dapat membantu bisnis mengembangkan strategi manajemen iklan Facebook yang efektif. Berikut kekurangan Facebook Ads bagi bisnis. Peningkatan Persaingan di Facebook Dengan lebih banyak bisnis beralih ke Facebook untuk beriklan, platform tersebut menjadi semakin kompetitif. Maka, diperlukan kreativitas bagi bisnis agar tetap menonjol dari kompetitor. Perlu juga pendekatan strategis dalam pembuatan iklan. Kenaikan Biaya Iklan Seiring dengan intensitas persaingan di Facebook, biaya beriklan di platform tersebut secara bertahap meningkat. Meskipun tetap menjadi pilihan yang hemat biaya dibandingkan banyak saluran periklanan tradisional, bisnis harus mempertimbangkan kenaikan biaya ini dalam pertimbangan anggaran. Kompleksitas Manajemen Iklan Membuat dan mengelola kampanye iklan Facebook yang efektif bisa menjadi kompleks, terutama bagi bisnis yang baru menggunakan platform ini. Kompleksitas ini menunjukkan potensi manfaat dari bermitra dengan agen Facebook Ads yang khusus, yang dapat menavigasi kompleksitas yang ada. Tidak Optimal Menjangkau Audiens yang Lebih Muda atau Lebih Tua Jika target audiens bisnis kamu ada di rentang usia yang lebih muda, seperti Gen Z atau Gen Alpha, mungkin Facebook Ads bukan solusinya. Segmen usia rata-rata yang mengunjungi Facebook rata-rata 25 hingga 54 tahun. Usia yang lebih tua dari ini juga sulit untuk dijangkau. Siap Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Dengan banyaknya pengguna di seluruh dunia serta target audiens yang lebih luas, Facebook menjadi platform periklanan yang bisa jadi pilihan bisnis untuk beriklan. Nah, bagi kamu yang ingin meningkatkan brand awareness hingga penjualan, menggunakan Facebook Ads bisa menjadi solusi tepat. Untuk itu, kamu membutuhkan jasa konsultasi bisnis online seperti Startner! Startner akan membantu kamu menjalankan iklan bisnis melalui jasa Facebook Ads. Kamu hanya tinggal menyiapkan budget, lalu tim Startner akan mengerjakan aktivitas iklan seluruhnya. Jasa ini cocok untuk kamu yang baru menggunakan Facebook Ads, atau yang sudah pernah beriklan, namun belum mendapatkan hasil yang maksimal. Jadi, tunggu apalagi? Startner akan membantu kamu menjalankan Facebook Ads dengan maksimal! Segera beli jasa Facebook Ads di Startner!
By Aliya Izetti
Inilah Kelebihan Beriklan dengan Instagram Ads dan Contoh Formatnya!
Memiliki jutaan pengguna aktif, media sosial Instagram membuka layanan periklanan, yaitu Instagram Ads pada tahun 2015. Banyak orang yang tertarik beriklan melalui Instagram Ads karena jangkauan audiensnya luas dan beragam. Iklannya pun dapat disesuaikan dengan tujuan serta kebutuhan bisnis. Dengan harga yang cenderung lebih terjangkau dari media periklanan konvensional, Instagram Ads menjadi pilihan beriklan yang efisien bagi bisnis. Jika kamu tertarik beriklan melalui Instagram Ads, pahami dulu keunggulannya, format iklan, harga, serta hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai. Simak pembahasannya sampai habis disini! Apa itu Instagram Ads? Instagram Ads adalah layanan berbayar untuk mempromosikan bisnis, produk, atau layanan, melalui platform media sosial Instagram. Instagram Ads ditujukan untuk menjangkau audiens dari pengguna media sosial Instagram. Iklan dapat menampilkan gambar, teks, grafik, video, atau apapun yang menampilkan informasi terkait bisnis. Tidak seperti posting Instagram biasa, Instagram Ads memungkinkan tautan yang mengarahkan pengguna ke URL bisnis yang sudah disematkan. Kelebihan Beriklan dengan Instagram Ads Sumber: Pexels Instagram memanfaatkan jaringannya untuk membangun wadah beriklan. Sebagai media sosial dengan pengguna jutaan, platform ini memiliki banyak keunggulan yang ditawarkan pada bisnis untuk beriklan. Kelebihan beriklan dengan Instagram Ads. Mengarahkan Traffic ke Website Bisnis Instagram Ads memungkinkan bisnis menyertakan tautan yang dapat diklik sebagai bagian dari postingan yang dipromosikan. Tindakan ini membantu pengguna atau pelanggan untuk mengarah ke website bisnis, sehingga traffic ke website tersebut dapat meningkat. Meningkatkan Visibilitas Jutaan postingan di Instagram menjadi tantangan bagi brand untuk dapat terlihat. Instagram Ads, memungkinkan peningkatan visibilitas, dan tidak ‘tenggelam’ dari jutaan post tidak berbayar lainnya. Maka, penting untuk membuat postingan Instagram yang menarik, sehingga banyak orang yang ingin berinteraksi. Membangun Brand Awareness Ketika mempromosikan postingan sebagai iklan, ini akan muncul di feeds berita audiens target, tanpa terlihat terlalu mencolok atau mengganggu. Iklan yang tidak mengganggu ini dapat sangat meningkatkan brand awareness. Iklan Dapat Disesuaikan Instagram Ads memungkinkan bisnis menentukan anggaran, audiens, dan durasi iklan sendiri. Saat membangun audiens, bisnis dapat menetapkan demografi seperti rentang usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat. Pengaturan mandiri ini akan menjangkau audiens yang ditargetkan tersebut. Format Iklan pada Instagram Ads Ada banyak format yang disediakan Instagram Ads untuk beriklan. Berbagai pilihan format iklan bisa disesuaikan dengan tujuan maupun kebutuhan bisnis. Berikut format Iklan pada Instagram Ads. Photo Ads Photo Ads terdiri dari foto berkualitas tinggi dari suatu produk dalam format lanskap atau persegi. Tujuan utamanya untuk menarik perhatian pada produk atau layanan dengan gambar-gambar yang menarik. Photo Ads merupakan format iklan paling sederhana dalam hal kebutuhan aset visual. Video Ads Sejak Instagram dapat menampilkan video hingga 60 detik, format video untuk beriklan sangat populer dipilih bisnis. Video ini dapat ditampilkan di Stories atau di Feeds utama. Video Ads mampu menarik perhatian melalui gerakan saat diputar otomatis, bahkan ketika suara pengguna dimatikan. Carousel Ads Format Carousel Ads dapat menggunakan foto atau video untuk menampilkan informasi. Fitur Carousel Instagram memungkinkan bisnis memposting beberapa foto atau potongan video yang dapat dilihat pengguna dengan menggeser layar. Collection Ads Collection Ads mirip dengan Carousel Ads dimana format iklan tersebut muncul sebagai reel gambar yang dapat digeser. Namun, dengan format iklan ini, bisnis dapat menautkan ke halaman produk yang berbeda dari setiap gambar. Collection Ads juga dapat menggunakan foto atau video. Story Ads Fitur Instagram Stories memungkinkan pengguna maupun brand untuk membagikan foto dan video, yang akan hilang sendiri dalam 24 jam. Fitur ini juga menjadi wadah untuk menerapkan Story Ads pada program Instagram Ads. Reels Ads Reels Ads memiliki format video dan audio layar penuh vertikal, mirip dengan Story Ads. Iklan ini muncul di antara Reels pengguna dan berlangsung hingga 30 detik. Pengguna Instagram dapat menyukai, mengomentari, menyimpan, membagikan, melewati, dan menonton iklan tersebut. Explore Ads Explore Ads muncul di halaman Explore Instagram, yang dilihat oleh jutaan pengguna setiap hari. Explore sangat bagus untuk menampilkan produk, terutama dengan kasus penggunaan tertentu. Explore Ads terlihat seperti postingan lainnya, namun biasanya memiliki teks “Sponsored” di dalam postingan tersebut. Baca juga: Pentingnya Facebook Ads untuk Marketing Bisnis Kelebihan Google Business, Bedanya dengan Review Berapa Biaya Beriklan pada Instagram Ads? Harga beriklan Instagram Ads bervariasi berdasarkan model penetapan harga. Terdapat tiga model secara umum, yaitu biaya per klik atau cost-per-click (CPC), biaya per tampilan atau cost-per-impressions (CPM), dan biaya per interaksi atau cost-per-engagement (CPE). CPC dapat bervariasi dari $0,20 hingga $2, atau Rp 3.000 hingga Rp 30.000 per klik. Sedangkan CPM biasanya sekitar $6,70 atau Rp 100.500 per 1.000 tayangan. Adapun CPE biasanya sekitar $0,01 hingga $0,05, atau Rp 165 hingga Rp 814 per interaksi. 4 Persiapan sebelum Beriklan pada Instagram Ads Sumber: Pexels Sebuah iklan yang direncanakan secara matang, akan menghasilkan konten yang menarik. Sebelum masuk ke detail beriklan, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum beriklan di Instagram Ads. Mempersiapkan Akun Bisnis Instagram Instagram memiliki dua jenis akun, yaitu pribadi dan profesional. Akun Instagram pribadi hanya dapat diikuti dengan permintaan. Akun profesional dibagi lagi menjadi akun bisnis dan akun kreator. Adapun akun bisnis mampu mengakses semua fitur dasbor profesional, seperti tombol "contact us”. Membuat Facebook Page Facebook dan Instagram merupakan bagian dari ekosistem yang sama, yaitu Meta. Bisnis perlu membuat halaman Facebook dan menghubungkannya ke akun Instagram untuk menggunakan Meta Ads Manager. Halaman yang terintegrasi ini mampu meningkatkan posting yang sudah ada. Pilih Metode Pembayaran Metode pembayaran perlu diatur untuk membuat iklan melalui Facebook Ad Manager. Bisnis dapat menambahkan kartu atau mengisi rincian bank saat menjalankan iklan, atau dapat melakukannya secara proaktif melalui "Billing and Payments" di Facebook Ad Manager. Konten yang Baik Instagram Ads dapat muncul saat pengguna menggulir feed, explore page, dan story. Karena fitur-fitur ini memiliki fungsi yang berbeda, jenis teks dan konten perlu disesuaikan. Lakukan eksperimen dengan mengubah beberapa elemen iklan dan lihat mana yang lebih disukai pelanggan. Jangkau Customer dengan Instagram Ads Bersama Startner Strategi pemasaran digital begitu populer diterapkan oleh bisnis di era digitalisasi ini. Model pemasaran menggunakan media sosial dinilai efektif dalam menjangkau audiens yang lebih besar. Seperti memanfaatkan platform dengan jutaan pengguna yaitu Instagram Ads maupun Facebook Ads. Jasa konsultasi bisnis online, Startner, akan membantu kamu menjalankan strategi pemasaran ini. Startner mampu memaksimalkan kampanye iklan, menarik pelanggan baru, hingga meningkatkan penjualan. Jadi, tunggu apalagi? Jangkau pelanggan lebih banyak dengan Instagram Ads bersama Startner!
By Aliya Izetti
Catat 10 Rumus Excel ini untuk Kelola Produk Bisnis
Manajemen produk dalam bisnis perlu diatur dengan tepat dan efisien, untuk memudahkan proses manajemen produk. Microsoft Excel merupakan tools populer yang digunakan bisnis untuk memudahkan pendataan, serta proses manajemen produk. Ini terbukti dari statistik yang menyatakan 17,2% dari individu yang berperan dalam pengembangan bisnis menggunakan Excel. Adapun rumus Excel menyediakan kemampuan untuk menganalisis data, memonitor stok, menghitung penjualan, dan bahkan memprediksi tren pasar. Jika kamu sedang membutuhkan manajemen produk untuk kelola produk bisnis, berikut terdapat berbagai rumus Excel yang bisa kamu praktikkan untuk memudahkan pekerjaanmu. Check this out! Manfaat Menggunakan Excel dalam Mengelola Produk Bisnis Bisnis dapat menggunakan Excel dengan membuat spreadsheet, misalnya dalam pengelolaan inventaris produk. Ini berguna untuk melacak tingkat inventaris, memantau pergerakan stok, dan mengidentifikasi kondisi stok. Berikut manfaat lainnya dari menggunakan Excel dalam mengelola produk bisnis. Peningkatan Akurasi dan Efisiensi Manfaat utama dari menggunakan Excel dalam mengelola produk bisnis yaitu dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi. Dengan rumus Excel, pengelolaan produk menjadi lebih akurat. Mulai dari otomatisasi perhitungan hingga mengurangi risiko kesalahan yang disebabkan oleh penginputan data manual. Dengan menggunakan rumus Excel, berarti kamu dapat dengan mudah melacak jumlah, menghitung total, dan menghasilkan laporan hanya dengan beberapa klik. Hal ini tentu dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja. Efektivitas Biaya Excel menawarkan alternatif yang hemat biaya untuk mengelola produk, khususnya bagi bisnis kecil atau startup dengan anggaran terbatas. Excel merupakan software dari Microsoft Office, sehingga dapat diakses oleh sebagian besar bisnis tanpa perlu investasi tambahan, seperti menggunakan software khusus. User-friendly interface yang ditawarkan Excel memudahkan penggunaan, tanpa perlu keahlian khusus. Dengan desain yang intuitif dan tata letak lembar kerja yang familiar, kamu dapat dengan cepat memahami dasarnya sehingga dapat mulai mengelola produk secara efisien. Kemampuan Integrasi Kemampuan integrasi Excel memungkinkan kamu menghubungkan sistem inventaris stok dengan aplikasi atau alat bisnis lainnya. Misalnya, mengimpor data dari sistem titik penjualan atau mengekspor laporan inventaris ke software akuntansi untuk manajemen keuangan yang lancar. 10 Rumus Excel untuk Mengelola Produk Sumber: Pexels Manajemen produk atau inventaris dasar menjadi lebih mudah dengan rumus manajemen inventaris Excel. Berikut beberapa rumus Excel yang harus kamu ketahui saat memilih spreadsheet Excel untuk manajemen inventaris. MINIF - MAXIF Rumus Excel MINIF dan MAXIF dapat digunakan untuk menemukan data inventaris lebih cepat. Fungsi MINIFS memberikan nilai minimum yang ada dalam rentang sel yang ditentukan. =MINIFS(RANGE1, CRITERIA1, RANGE2); =MAXIFS(RANGE1, CRITERIA1, RANGE2) Kamu dapat dengan cepat melihat jumlah produk terendah yang terjual atau harga terendah. Sedangkan fungsi MAXIFS melakukan hal yang sama dengan nilai maksimum. VALUE Fungsi VALUE digunakan untuk mengubah format teks menjadi format angka atau numerik. =VALUE(“text”) Dengan fungsi ini, kamu bisa menghitung total nilai inventaris, perubahan harga, atau analisis lainnya. COUNTIF - COUNTA Rumus Excel ini merupakan versi yang lebih spesifik dari fungsi COUNTA. Fungsi COUNTIF memungkinkan kamu untuk membuat kriteria yang lebih jelas untuk nilai-nilai yang ingin dihitung. Ini dapat memberikan data yang lebih baik dalam berbagai area spreadsheet. =COUNTIF(range, “criteria”) =COUNTA(SELECT CELL) Sedangkan fungsi COUNTA,digunakan untuk menghitung sel-sel yang tidak kosong dalam rentang tertentu. Rumus Excel ini dapat mengidentifikasi penghilangan data, sebuah masalah yang penting untuk diidentifikasi dalam penghilangan produk. CONCATENATE Fungsi CONCATENATE digunakan untuk menggabungkan data, baik itu angka, teks, tanggal, atau nilai lainnya. =CONCATENATE(SELECT CELLS YOU WANT TO COMBINE) Rumus Excel ini paling sering digunakan untuk menggabungkan teks bersama-sama, tetapi sangat membantu untuk membuat unit penyimpanan stok (SKU). RANK Fungsi RANK dapat mengurutkan nilai dalam daftar berurutan berdasarkan nilai relatif satu sama lain. =RANK(SELECT CELL, RANGE_TO_RANK_AGAINST, [ORDER]) Rumus Excel ini berguna ketika kamu ingin secara nyata melihat produk mana yang paling banyak atau paling sedikit terjual, nilai stok tertinggi, atau produk mana yang perlu dipesan sebanyak mungkin. AVERAGEIF Rumus Excel ini berupa rata-rata aritmatika, atau rerata, dari sel-sel dalam rentang yang ditentukan. =AVERAGEIF(SELECT CELL, CRITERIA, [AVERAGE_RANGE]) Fungsi AVERAGEIF mirip dengan rumus RANK tetapi memberikan nilai unik yang dapat memantau bagaimana perubahan bisnis dari waktu ke waktu. STOCK LEVEL Rumus Excel STOCK LEVEL dapat menggabungkan rumus-rumus yang dimiliki menjadi rumus baru. =[@[INITIALSTOCK]]+[@INCOMINGS]=[@OUTGOINGS] Ini berfungsi untuk melihat tingkat stok saat ini berdasarkan pemasukan dan pengeluaran. Selain itu, memberi gambaran berapa banyak barang yang masih tersedia untuk dijual dalam inventaris. OUTGOING STOCK Rumus Excel tentang pengeluaran stok, OUTGOING STOCK, bekerja dengan fungsi SUMPRODUCT, untuk memudahkan dalam menghitung berapa banyak inventaris yang telah terjual dan dikirim. =SUMPRODUCT(($B5=item)*(movtype=”Outgoing”)*(quantity)) Rumus Excel ini dapat menjaga data yang lebih baik, lebih akurat dan menghindari overselling. INCOMING STOCK Kamu dapat menggunakan rumus INCOMING STOCK untuk menghitung stok masuk, menggunakan variasi fungsi SUMIF, yang digabungkan dengan kode produk. =SUMIF(INCOMINGS[PRODUCT CODE]; [@[PRODUCT CODE]];INCOMINGS[QUANTITY]) Ini akan membantu saat mengaudit inventaris. Dengan menggunakan rumus Excel ini, pekerjaan pengelolaan stok menjadi lebih efisien. SUMPRODUCT Sebagai variasi lain dari rumus SUM, SUMPRODUCT digunakan untuk menambah, mengurangi, mengalikan, atau membagi produk-produk dari rentang tertentu. =SUMPRODUCT(RANGE1,RANGE2)/SELECT CELL Rumus Excel ini dapat menghitung nilai pengiriman dan pengembalian atau rata-rata penjualan berdasarkan berbagai penanda. Siap Membangun Bisnis Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Manajemen produk yang baik dibutuhkan dalam setiap bisnis. Salah satunya bagian pengelolaan data, yang membutuhkan bantuan tools seperti Excel. Digitalisasi memang sangat membantu bisnis, maka, perlu diintegrasikan. Bila masih bingung cara membangun bisnis yang bersinergi dengan digital, cobalah jasa konsultasi bisnis seperti Startner! Startner akan memudahkan implementasi model kanvas bisnis dengan arahan spesifik. Dengan konsultasi, kamu juga akan mendapatkan saran praktis dari sosok berpengalaman membangun bisnis digital. So, tunggu apalagi? Siap membangun bisnis tanpa ragu bersama Startner!
By Aliya Izetti
Pentingnya Personal Branding bagi Owner Bisnis dan Cara untuk Membangunnya
Ketika berbicara tentang branding dari perusahaan, sebuah logo, skema warna, dan slogan menjadi objeknya. Tetapi di dunia saat ini, branding bukan lagi hanya untuk perusahaan. Sekarang, hal ini merupakan sesuatu yang berlaku untuk semua orang, termasuk Business Owner. Di dunia bisnis saat ini, keaslian dan hubungan personal lebih penting dari sebelumnya, yang menjelma menjadi aset yang tak ternilai. Bagi Business Owner, personal branding yang kuat dapat menyatukan identitas pribadi dengan perusahaan. Jika kamu seorang Business Owner, kamu tentu perlu personal branding. Mengapa ini penting dan apa benefitnya? Simak artikel di bawah ini, yuk! Apa itu Personal Branding? Personal branding adalah proses membangun identitas diri, dengan menunjukkan keunggulan dan keunikan dalam diri. Dalam konteks profesional dan bisnis, personal branding digunakan sebagai upaya berkelanjutan untuk mempengaruhi bagaimana orang lain mempersepsikan seseorang. Tidak hanya dari fisik, personal branding berkaitan tentang mengkomunikasikan values, interest, skill, dan kontribusi yang dimiliki, kepada orang lain. Personal branding dibangun untuk membentuk kehadiran yang berbeda di pasar. Kenapa Personal Branding Penting Bagi Business Owner? Branding tidak hanya penting bagi sebuah brand. Sebagai pemilkinya penting bagi kamu juga melakukan branding diri, atau yang dikenal dengan personal branding. Jika persona brand dan persona diri digabungkan, maka ini akan lengkap, serta menjadi kekuatan tersendiri hingga dapat bersaing di pasar. Maka dari itu, personal branding akan mendorong kepercayaan para klien atau pelanggan potensial. Dengan kepercayaan ini, hubungan yang positif antara bisnis dengan pelanggan dapat tercipta. Dari sinilah peluang-peluang bisnis baru bisa ditemukan. Terlebih lagi, melakukan personal branding berarti berusaha untuk membedakan diri dari pesaing. Ini merupakan ekspresi dari kepribadian, dan dapat digunakan sebagai unique selling point (USP) dari pemilik bisnis, yang akan membuat perbedaan dari kompetisi. Personal branding yang kamu lakukan sebagai Business Owner memungkinkan konsumen untuk mengenal dan menguntungkan bisnis. Artinya, kamu mampu menonjol dari ketatnya persaingan dengan menunjukkan sisi pribadi dan memberikan lebih banyak latar belakang terhadap brand. Dari sisi internal, penelitian menunjukkan, hampir 50% dari kaum milenial mengharapkan para pemimpin perusahaan untuk lebih bersuara. Adapun personal branding bisa dilakukan dimana saja. Mulai dari aktif di sosial media, berbicara di suatu acara, menulis artikel dan buku, maupun menjadi mentor atau pembicara publik. Benefit Personal Branding Melakukan personal branding di zaman sekarang besar pengaruhnya terhadap kemajuan suatu bisnis, yang bisa berdampak besar pada kesuksesan bisnis. Inilah benefit personal branding, terutama bagi Business Owner. Kepercayaan dan Kredibilitas Personal branding yang kuat meningkatkan kepercayaan Business Owner, menanamkan keyakinan pada para pemangku kepentingan, investor, dan karyawan. Ini berfungsi sebagai dasar untuk membangun hubungan jangka panjang berdasarkan transparansi dan keaslian. Meningkatkan Daya Tarik Di pasar kerja, bakat terbaik mencari bukan hanya pekerjaan tetapi juga seorang pemimpin yang menginspirasi dan organisasi yang berorientasi pada tujuan. Personal branding yang menarik serta mempertahankan profesional berkualitas tinggi yang sejalan dengan visi dan nilai perusahaan. Menjadi Pribadi Berpengaruh Manfaat yang didapat dari sisi internal, personal branding memposisikan pemilik bisnis sebagai thought leadership dalam industri yang dipimpin. Dengan secara konsisten berbagi wawasan, pengetahuan, dan pengalaman, Business Owner dapat mempengaruhi tren industri, berkontribusi pada percakapan, serta membentuk narasi di sekitar organisasi. Baca juga: Peran CEO di Perusahaan dan Bedanya dengan Owner 10 Soft Skill yang Harus Dimiliki Seorang Pebisnis Jenis Personal Branding Personal branding yang sukses menciptakan kesan yang konsisten yang memungkinkan kamu mencapai tujuan pribadi dan profesional. Meskipun ada banyak jenis personal branding, terdapat enam jenis yang paling umum. Careerist Careerist adalah orang yang preferensinya menunjukkan kemajuan profesional di atas semua pencapaian pribadi lainnya. Tujuan utamanya yaitu kesuksesan dan keinginan konstan untuk meningkatkan diri. Careerist secara rutin membagikan informasi karirnya, yang akan meningkatkan statusnya dalam industri. Altruists Altruisme merujuk pada individu yang diakui karena komitmennya dalam membantu orang lain. Altruists tidak hanya mendedikasikan diri dalam tindakan, dan memperhatikan hubungan pribadi. Tujuan utamanya yaitu kebaikan yang lebih tinggi daripada hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri. Hipster Personal branding hipster merupakan individu progresif yang mengadopsi individualitas di atas segalanya. Hipster biasanya menolak tren mainstream, atau lebih suka mencoba hal-hal terlebih dahulu dan berbagi dengan orang lain. Hipster sering disebut sebagai kombinasi dari altruists dan careerist. Boomerang Tipe personal branding boomerang suka menimbulkan kontroversi. Tipe ini membagikan konten dan menghasilkan interaksi hanya untuk menciptakan provokasi. Dalam banyak kasus, boomerang tidak selalu setuju dengan konten tersebut, namun memilih untuk tetap menyebarkan informasi itu. Connector Connector merupakan sosok suka menjalin hubungan untuk menyatukan orang-orang. Jenis personal branding ini biasanya memiliki banyak koneksi dan dengan terbuka menggunakan jaringannya untuk menyatukan. Biasanya kreatif, dan suka mendapatkan validasi serta kepuasan melalui orang lain. Selective Seorang yang selective hanya memberikan informasi kepada orang-orang tertentu. Individu ini biasanya dengan hati-hati mengatur informasi berdasarkan kebutuhan umum dan minat dari target audiens. Tipe selective umumnya dikenal sebagai orang yang memiliki sumber daya yang luas. Cara Membangun Personal Branding Business Owner Sumber: Pexels Dengan mengetahui pentingnya dan benefit dari personal branding untuk Business Owner, maka, ini perlu dibangun dari sekarang. Inilah cara membangun personal branding dari Business Owner. Mengidentifikasi Poin-Poin Pembicaraan Saat memutuskan topik-topik yang akan dibicarakan di saluran personal branding, sebagai seorang Business Owner, pikirkan hal-hal yang membedakan kamu dari pesaing. Misalnya, kamu berbagi detail tentang perjalanan untuk mendapatkan kemitraan brand. Singkat cerita, kamu berhasil mengembangkan hubungan dengan pelanggan dan terhubung dengan mitra bisnis yang potensial. Adapun kebenaran dan antusiasme yang tulus akan terpancar serta membuatnya lebih mudah bagi kamu untuk terus mempromosikan brand. Bagikan Cerita Pengalaman Keberhasilan dan Kegagalan Bisnis Salah satu kesalahan yang sering dilakukan Business Owner dalam personal branding yaitu hanya berbicara tentang hal-hal baik yang terjadi dalam bisnis. Mengenai kekurangan dari industrinya sendiri, dapat memberi resonansi dengan orang lain. Transparansi merupakan aspek yang cukup sulit dari membangun sebuah perusahaan, namun memperkuat hubungan. Hubungkan Aspek Kehidupan Pribadi dengan Dunia Profesional Beberapa aspek kehidupan pribadi seorang Business Owner mungkin juga sesuai dengan audiens. Berika cerita, pengalaman, hobi, atau pandangan unik pribadi yang menjadi nilai tambah bagi bisnis. Hal-hal yang berbau pribadi biasanya dapat menarik perhatian sekaligus menyentuh hati. Siap Membangun Bisnis Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Personal branding berhubungan erat dengan citra diri dan bisnis yang didirikan. Oleh karena itu, mulai bangun personal branding saat ini juga. Namun, sebelum itu, buatlah dan tentukan model bisnismu terlebih dahulu. Tidak butuh waktu banyak, kamu hanya perlu menggunakan jasa konsultan bisnis online seperti Startner! Startner mewadahi bisnis-bisnis pemula untuk berkonsultasi secara online 1-on-1 dengan para ahli di bidangnya, untuk menentukan sekaligus mengimplementasikan business model canvas. Kamu akan diberi arahan dan saran objektif serta praktis, dalam mengelola bisnismu. Bangunlah bisnis tanpa ragu bersama Startner mulai dari sekarang!
By Aliya Izetti
Business to Business: Cara Kerja Hingga Karakteristiknya
Suatu transaksi perdagangan tidak hanya dilakukan oleh suatu bisnis terhadap konsumen. Terdapat hubungan transaksi yang terjadi antar perusahaan, atau sesama pelaku bisnis. Aktivitas ini dikenal dengan istilah Business-to-business (B2B). Praktik dan fungsinya berbeda dengan transaksi pada konsumen individu. Maka, strategi pemasaran ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai bisnis. Bagi kamu yang memiliki bisnis, sangat penting untuk mengenal lebih jauh mengenai B2B. Jadi, simak artikel di bawah ini! Apa itu B2B? Business-to-business (B2B) adalah bentuk transaksi antara bisnis, seperti antara produsen dan grosir, atau grosir dengan pengecer (retailer). Dengan kata lain, B2B mengacu pada aktivitas perdagangan yang dilakukan antara dua perusahaan atau lebih, bukan kepada konsumen individu. Transaksi dalam Business-to-business cenderung terjadi dalam rantai pasokan (supply chain), dimana satu perusahaan membeli bahan baku dari perusahaan lain untuk digunakan dalam proses manufaktur. Namun, beberapa transaksi ini juga dapat berupa perdagangan bahan jadi (finished goods). Cara Kerja B2B Tidak semudah transaksi antara bisnis pada customer, B2B memiliki panduan kerjanya sendiri. Satu hal yang membedakan yaitu adanya kesepakatan formal. Identifikasi Kebutuhan Bisnis B2B dimulai ketika sebuah bisnis membutuhkan sesuatu. Kebutuhan ini bisa berupa bahan mentah, jasa, atau produk khusus. Perusahaan mengidentifikasi kebutuhan maupun kekurangan yang dimiliki, lalu bisnis lain dapat membantu melengkapi kesenjangan tersebut. Pemilihan Vendor Setelah mengetahui apa yang dibutuhkan, perusahaan perlu menemukan bisnis yang tepat untuk menyediakannya. Ini mempertimbangkan berbagai opsi, seperti harga, kualitas, keandalan, hingga persyaratan spesifiknya. Tidak hanya opsi diatas, perusahaan biasanya menginginkan bisnis yang tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga selaras dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan. Negosiasi dan Kesepakatan Setelah memilih penyedia potensial, kedua perusahaan melakukan negosiasi mengenai persyaratan, harga, dan lainnya. Tujuannya untuk menemukan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Saat mencapai kesepakatan, kedua perusahaan akan menuliskannya dalam suatu kontrak formal. Penempatan Pesanan Setelah perjanjian diselesaikan, perusahaan melakukan pemesanan dengan bisnis yang dipilih. Pemesanan ini mencakup produk atau layanan yang inginkan, jumlah, dan jenis produk. Langkah ini membuat komitmen menjadi resmi, dan mulai berupaya memenuhi pesanan. Pengiriman dan Pembayaran Bisnis terpilih menerima pesanan, membuat maupun mengirimkan produk atau menyediakan layanan. Setelah semuanya selesai, perusahaan membayar sesuai dengan ketentuan perjanjian dalam kontrak. Ketentuan pembayaran dapat bervariasi, misalnya dalam waktu 30 atau 60 hari. Karakteristik B2B Tidak seperti transaksi dengan konsumen individu, B2B memiliki karakteristik tersendiri dalam praktiknya. Hal ini dikarenakan B2B melibatkan transaksi antar bisnis. Keputusan Pembelian Berdasarkan Analisis Dari segi keputusan pembelian (buying decision), perusahaan yang menerapkan B2B akan mengutamakan kebutuhan bisnisnya. Keputusan pembelian ini didasarkan pada logika dan analisis mendalam, bukan berdasarkan emosi atau impuls. Lebih Sedikit Pembeli, Volume Transaksi Lebih Tinggi B2B memiliki jangkauan pembeli yang lebih sedikit, namun membeli dengan volume transaksi yang besar. Produk atau layanan yang dijual sering kali dalam jumlah besar dan memiliki nilai yang tinggi. Proses Pembelian yang Kompleks Proses pembelian seringkali lebih panjang dan kompleks. Kegiatan ini melibatkan beberapa pertimbangan seperti keputusan dan persetujuan dari berbagai pihak perusahaan. Proses yang kompleks diterapkan karena perusahaan melakukan pembelian dengan volume transaksi tinggi dan sangat bernilai. Pasar yang Lebih Tersegmentasi Pasar B2B lebih tersegmentasi. Pasar yang terkonsentrasi ini dipertimbangkan berdasarkan geografis, akses, dan ketersediaan sumber daya. Klien potensial biasanya lebih sedikit, tetapi memiliki kebutuhan yang lebih spesifik. Pengetahuan Produk yang Mendalam Produk atau layanan B2B sering kali dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus yang diminta oleh pelanggan bisnis. Maka, apabila ingin bertransaksi, perusahaan harus memiliki pengetahuan mendalam tentang produk atau layanannya. Jenis-Jenis B2B Sumber: Pexels Bentuk transaksi Business-to-business, dibagi menjadi beberapa jenis yang umum. Produsen ke Distributor Jenis B2B ini melibatkan pembelian produk dari produsen oleh distributor, yang kemudian menjualnya kembali kepada konsumen akhir. Misalnya, perusahaan yang memproduksi makanan kemasan menjual produknya ke distributor grosir. Produsen ke Pengecer Jenis hubungan B2B dari pihak produsen ke pengecer ini, terjadi ketika produsen menjual produknya langsung kepada pengecer. Dengan demikian, pengecer dapat menjualnya kembali kepada konsumen akhir. Produsen ke Grosir Jenis B2B dari produsen ke pihak grosir, berarti terjadi ketika produsen menjual produknya langsung kepada grosir. Grosir kemudian menjualnya kembali kepada konsumen akhir. Penyedia Layanan ke Klien Jenis hubungan B2B dari penyedia layanan kepada klien, melibatkan penyediaan layanan seperti pemasaran, konsultasi, logistik, dan layanan keuangan. Layanan ini ditawarkan kepada klien, yaitu perusahaan atau bisnis yang membutuhkan. Contoh B2B Dalam ekosistem bisnis, bentuk praktik B2B banyak bentuknya. Ini dikarenakan sifat saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain, sehingga tercipta ekosistem yang terpadu. Berikut contoh praktik B2B di industri yang paling umum. Industri Otomotif Beberapa komponen dari kendaraan, diproduksi oleh perusahaan independen. Ini berarti produsen mobil perlu membeli semua bagian ini untuk dapat merakit kendaraannya. Mulai dari ban, elektronik, kursi, sistem navigasi, jendela, kunci pintu, hingga cat, biasanya diproduksi oleh bisnis lain. Supermarket Ekosistem supermarket membutuhkan bisnis lain untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai dari pengadaan barang, logistik, teknologi, infrastruktur, hingga layanan kebersihan dan keamanan. Misalnya, supermarket memesan barang dalam jumlah besar langsung dari produsen dan dengan harga grosir. Industri Pemasaran Studio pemasaran menyiapkan strategi dan menyediakan konten untuk brand. Contohnya, agen pemasaran menawarkan layanan seperti SEO atau manajemen media sosial, kepada perusahaan lain. Penawarannya yaitu dapat meningkatkan visibilitas online dan mendatangkan lebih banyak pelanggan potensial. Mulai B2B Tanpa Keraguan Bersama Startner B2B merupakan bentuk transaksi yang biasa dilakukan antar perusahaan, untuk mencukupi kebutuhan bisnis. Untuk mengetahui tentang kebutuhan bisnis, kamu perlu mengidentifikasi model bisnis yang sedang kamu jalankan terlebih dahulu. Cara menemukan maupun membuat model bisnis yang tepat, kamu akan terbantu dengan berkonsultasi di Startner! Sebagai jasa konsultasi bisnis, Startner akan memberikan panduan yang tepat dan strategi efektif untuk mengembangkan bisnis. Tidak terkecuali jika kamu ingin menerapkan B2B pada bisnis. Yuk, mulai B2B tanpa keraguan bersama Startner sekarang!
By Aliya Izetti
Catat Kelebihan dan Kekurangan Youtube, sebelum Memanfaatkannya
Youtube menjadi platform social media yang paling banyak digunakan di dunia, tepatnya ada di urutan kedua setelah Facebook. Tidak hanya digunakan untuk hiburan, menurut Statista, platform ini juga dimanfaatkan untuk bisnis, khususnya dijadikan salah satu saluran pemasaran yang kuat dengan jumlah kunjungan yang dihimpunnya. Youtube memberdayakan brand untuk mencapai target pasar, membangun awareness, hingga menampilkan keunggulan kompetitif kepada dunia melalui konten video dan iklan yang ditargetkan dengan kuat. Maka dari itu, platform ini sangat bisa dipertimbangkan brand untuk menunjang bisnis. Berikut kelebihan dan kekurangan Youtube, khususnya bagi bisnis! Apa itu Youtube? Youtube adalah sebuah website yang dirancang untuk berbagi video. Jutaan pengguna di seluruh dunia telah membuat akun di situs tersebut yang memungkinkan mereka mengunggah video yang bisa ditonton siapa pun. Saat ini, Youtube merupakan anak perusahaan milik Google. Karena Google termasuk search engine paling populer di seluruh dunia, hal ini berpengaruh pada tingginya pengguna Youtube. Per Juni 2022, ada lebih dari 500 jam video baru yang diunggah setiap menit di platform tersebut. Youtube diluncurkan di tahun 2005, sebagai wadah untuk memposting dan berbagi konten video asli. Sejak itu, Youtube juga menjadi arsip untuk menyimpan berbagai jenis video seperti klip, lagu, serta situs pemasaran bagi perusahaan untuk mempromosikan produknya. Bedanya Youtube dengan Social Media lainnya Youtube berada di urutan kedua dari daftar social media yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, dengan pengguna mencapai 2,5 juta per Januari 2023. Adapun urutan pertama ditempati oleh Facebook, dengan hampir 3 juta pengguna. Tingginya pengguna Youtube membuktikan bahwa platform ini memiliki perbedaan yang menjadi daya tarik sendiri, jika dibandingkan social media lainnya. Platform ini menawarkan durasi video panjang hingga 12 jam. Sementara itu, beberapa social media populer lainnya seperti Instagram, TikTok, X, Snapchat, dan lainnya, mengutamakan konten video pendek. Di Youtube, pengguna juga bisa menemukan berbagai macam jenis konten video. Mulai dari musik, komedi, podcast, tutorial kecantikan, gaming streams, konten pendidikan, atau DIY hacks, semua bisa ditemukan dengan mudah. Karena memiliki video berdurasi panjang, isi konten lebih berisi, terperinci, dan visualnya lebih berkualitas. Sementara itu, engagement merupakan metrik penting bagi platform media sosial, karena menentukan seberapa baik konten beresonansi dengan audiens. Algoritma Facebook, Instagram, maupun TikTok memihak konten yang menghasilkan like, comment, dan share, sehingga memudahkan untuk membangun keterlibatan dengan audiens. Sedangkan metrik engagement Youtube sedikit berbeda, yaitu termasuk waktu tonton, komentar, dan langganan, menjadi ukuran utama keterlibatan. Kelebihan Youtube Memiliki perbedaan yang signifikan dengan berbagai social media lainnya, Youtube juga menawarkan platformnya untuk diandalkan sebagai penunjang bisnis. Berikut kelebihan Youtube untuk bisnis. Traffic Yang Tinggi Sebagai platform dengan pengguna paling banyak di dunia, Youtube mengumpulkan traffic yang tinggi. Begitu tingginya traffic di Youtube sehingga peluang bisnis menemukan calon pelanggan sangat besar. Terdapat beberapa statistik Youtube yang perlu bisnis ketahui. Diantaranya yaitu, Youtube mendapat 30 juta pengunjung per hari dan 300 jam video diunggah setiap menit. 68% pengguna Youtube juga mengatakan bahwa video membantu keputusan pembelian. Selain itu, jumlah iklan bisnis kecil dan menengah di Youtube telah meningkat dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. Sekitar 66% Marketer pun ingin meningkatkan penggunaan video Youtube bisnisnya. Visibilitas di Google Youtube merupakan anak perusahaan dari Google. Inilah alasan mengapa video Youtube lebih sering muncul di hasil pencarian Google. Adapun Google menyandang predikat search engine yang paling banyak digunakan di dunia. Ini menjadikannya tools andalan bagi bisnis untuk melakukan pekerjaan. Apabila sebuah brand secara konsisten memanfaatkan Youtube, hal ini dapat meningkatkan peluang muncul dalam hasil pencarian dan meningkatkan peringkat. Tingkat Konversi Lebih Tinggi Beberapa penelitian menyarankan bahwa konten video memiliki kemungkinan 12x lebih tinggi untuk ditonton daripada teks untuk dibaca. Adapun video 60.000 kali lebih cepat diproses oleh manusia daripada teks. Selain itu, video dapat membangkitkan emosi seperti halnya bentuk konten daring lainnya tidak bisa. Video membantu meng-humanisasi suatu brand. Video mengubah pesan-pesan dari datar dan statis menjadi dinamis sekaligus menarik. Beragam Jenis Video Salah satu keunggulan dari platform ini yaitu berbagai jenis video bisa dibuat untuk memasarkan brand. Jenis-jenis video paling umum termasuk explainer video, video penjualan, video presentasi, iklan video, dan lainnya. Brand dapat lebih mudah memproduksi sebuah konten dengan jenis yang berbeda. Tersedia Banyak Fitur yang Menunjang Bisnis Youtube berkembang dengan memberikan banyak opsi fitur yang berguna untuk bisnis. Fitur unggulan yang dapat diandalkan oleh brand antara lain, Youtube Live, Youtube Short, Youtube Studio, Youtube Analytics, Youtube Ads, dan masih banyak lagi. Mudah Dibagikan Platform ini memungkinkan brand untuk membagikan videonya ke jaringan social media lainnya untuk meningkatkan upaya pemasaran. Selain itu, brand juga bisa menambahkan tautan video ke postingan blog, website, dan saluran pemasaran lainnya dengan mudah. Ini membantu menyebarkan brand lebih luas, dan dengan cepat. Kekurangan Youtube Sumber: Unsplash Walaupun menawarkan banyak kelebihan, platform ini juga memiliki kelemahan. Khususnya, bila dipakai untuk kepentingan bisnis. Berikut beberapa kekurangan Youtube untuk bisnis. Proses Produksi Memakan Waktu Produksi video biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk direncanakan dan dijalankan daripada bentuk konten pemasaran lainnya. Video harus melalui beberapa checks and balances sebelum selesai dan diunggah. Dari perencanaan hingga pengeditan dan pemantauan hasil, prosesnya memakan waktu. Kurangnya Kontrol Iklan Meskipun dapat mengontrol berapa kali iklan dilihat, lokasi pemutaran iklan tidak sepenuhnya berada dalam kendali pengguna. Misalnya, terkadang iklan dapat ditampilkan di samping video tidak relevan atau video kontroversi. Semua ini dapat merusak reputasi brand yang diiklankan. Iklan Dapat di-Skip Salah satu tantangan terbesar dalam beriklan yang dihadapi brand yaitu mengaitkan audiens dalam 5 detik atau kurang. Kebanyak pengguna lebih suka melewati (skip) iklan. Hal ini seringkali merugikan karena waktu tayang iklan yang ditonton berpengaruh terhadap pendapatan Kreator, dalam hal ini brand. Perlukah Setiap Brand Menggunakan Youtube untuk Menunjang Bisnis? Dengan jutaan pengguna aktif dan jangkauan Youtube yang mengglobal, sayang sekali jika brand melewatkan kesempatan ini untuk menunjang bisnis. Apalagi, channel Youtube dapat dibuat dengan mudah dan gratis. Platform ini juga membantu bisnis mengakses audiens global yang besar sambil membuat lebih mudah ditemukan di Google. Tentu hal ini dapat otomatis meningkatkan exposure dan visibilitas dari brand itu sendiri dalam jangka panjang. Dengan fitur yang ditawarkan, brand dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk menjangkau pelanggan baru. Siap Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Melakukan aktivitas pemasaran melalui digital marketing telah menjadi pilihan yang tepat. Platform digital menawarkan kemudahan akses, pendaftaran, hingga penggunaan. Ini semua menghasilkan tingkat konversi yang tinggi, sehingga strategi ini diadaptasi banyak bisnis. Untuk mengelola akun social media bisnis, kamu perlu jasa dari Startner! Startner merupakan jasa konsultasi bisnis online, yang juga menawarkan jasa seperti membuat konten video pendek, hingga social media management. Jika membeli jasa ini, kamu hanya tinggal menyerahkan pengelolaan akun kepada tim Startner. Mereka akan mengatur seluruh konten yang ingin kamu tampilkan, mulai dari feeds, story, caption, dan lain-lain. Kamu jadi tidak perlu repot mengelola akun bisnismu. Jadi tunggu apalagi? Ayo segera beli jasanya hanya di Startner!
By Aliya Izetti
Catat Alasan Pentingnya Membuat Brand dan Berbagai Langkahnya
Membangun brand yang kuat sangat penting bagi setiap bisnis yang ingin membangun reputasi yang solid dan membedakan diri dari pesaing. Membangun sebuah brand berarti kamu dalam perjalanan membangun kepercayaan pelanggan, meningkatkan pangsa pasar, dan meningkatkan penjualan. Brand yang kuat dapat meningkatkan nilai keseluruhan perusahaan, menarik bakat terbaik, dan menciptakan rasa persatuan di antara karyawan. Membangun brand juga merupakan langkah kunci dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Dalam proses ini, serangkaian langkah yang terencana dengan baik dapat membimbing kamu membangun sebuah brand. Mari kita eksplorasi langkah membuat brand di bawah ini. Pentingnya Membuat Brand Merek (brand) merupakan aset penting karena membantu membentuk persepsi positif tentang suatu bisnis di benak konsumen. Dengan memiliki brand, orang sekitar menjadi tahu tentang nilai-nilai bisnis, brand personality, serta misi perusahaan. Jika berhasil menciptakan brand yang kuat, kamu dapat memperoleh manfaat, diantaranya; peningkatan recognition dan loyalitas pelanggan, promosi word of mouth, kepercayaan, serta kredibilitas. Selain itu, membangun brand dapat menarik prospek baru dan mengonversi calon pelanggan menjadi pelanggan. Membangun brand dapat menarik tim yang sangat baik dari orang-orang yang memiliki pemikiran serupa. Aspek paling penting adalah bahwa merek yang kuat dapat menghasilkan brand awareness, membentuk koneksi dengan pelanggan, dan mendapatkan kepercayaan. Sedangkan brand identity memungkinkan kamu untuk tampil beda, mendorong loyalitas pelanggan, dan meningkatkan nilai di mata pelanggan. Baca juga: Fungsi dan Elemen Branding agar Produk Lebih Disukai Pentingnya Storytelling dalam Dunia Marketing Langkah-Langkah Pembuatan Brand Setelah kamu mengetahui mengapa penting untuk mempertimbangkan membangun brand, saatnya untuk mengeksplorasi langkah membuat brand yang sukses. Lakukan Riset Market Langkah membuat brand yang pertama yaitu kamu harus riset market. Setelah memiliki gambaran tentang target audiens dan kompetitor, jelajahi halaman hasil mesin pencari (search engine result page/SERP), kemudian temukan informasi dari sana. Gunakan tools untuk benar-benar memahami audiens, seperti Google's Market Analysis atau Facebook Audience Insights. Kedua tools ini memungkinkan kamu untuk meneliti tren pasar, mengidentifikasi minat audiens dan perilakunya. Informasi ini dapat membantu mengembangkan strategi pemasaran. Siapkan Produk Potensial Langkah membuat brand berikutnya, siapkan produk potensial. Setelah riset market, kamu akan bisa mengidentifikasi produk apa yang sesuai dengan pasar. Jangan lupa untuk mengedepankan kualitas produk. Produk yang berkualitas dan relevan merupakan dasar dari keberlanjutan bisnis. Jika produk yang kamu siapkan bisa memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi pelanggan, hal ini dapat membantu membangun reputasi positif yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Tentukan Target Dalam langkah membuat brand, kamu dan tim harus menentukan target yang akan dicapai. Target ini dapat mencakup target penjualan, pendapatan, target pasar, target pelanggan, target tingkat kepuasan pelanggan, dan masih banyak lagi. Meraih berbagai target tersebut harus dicapai dengan kombinasi strategi pemasaran yang tepat. Keseluruhan strategi dan pendekatan pemasaran harus sesuai dengan tujuan bisnis serta kondisi pasar yang sedang dihadapi. Tentukan Angle dan Persona Salah satu langkah membuat brand terpenting yaitu mengidentifikasi dan menentukan brand personality. Kepribadian pada brand memberikan sentuhan manusiawi sehingga dapat menyentuh emosi target audiens. Pertimbangkan emosi apa yang dirasakan ketika mencari solusi. Setelah itu, mulailah mengembangkan konten yang menjawab kekhawatiran calon pelanggan. Misalnya, kamu bisa bercerita tentang permasalahan yang kamu miliki saat kamu memulai membangun brand. Buatlah Positioning Langkah membuat brand berikut ini bicara tentang brand positioning. Ini adalah langkah bagaimana kamu merencanakan untuk membedakan diri dari kompetitor. Bicara tentang brand positioning berarti kamu harus mencari keunikan yang bisa kamu tawarkan kepada pelanggan. Mengembangkan gagasan positioning yang berbeda akan menciptakan otoritas dalam pasar. Dengan memasukkan langkah membuat brand ini dalam strategi bisnis, kamu akan lebih unggul di atas kompetitor. Siapkan Nama Brand Nama brand akan menjadi tools untuk mewakili pesan dari brand, sehingga kredibilitas bisnis kamu lebih kuat. Langkah membuat brand satu ini menguji kreatifitasmu. Cari nama yang singkat namun menarik, dan mudah diucapkan. Ini akan membantu orang mengenali serta mengingat brand kamu. Cobalah untuk membuatnya mencerminkan brand personality, value, maupun produk kamu. Sebelum menciptakan nama brand, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu di media sosial maupun di mesin pencari. Apakah nama yang ingin kamu gunakan sudah terpakai oleh brand lain atau belum. Rumuskan Value Brand Sumber: Pexels Merumuskan brand value merupakan salah satu langkah membuat brand yang penting. Value brand mengacu pada karakteristik yang memberikan identitas dan arti khusus kepada suatu brand dalam persepsi konsumen. Value brand dapat mencakup aspek-aspek seperti etika bisnis, kualitas produk, keandalan, keberlanjutan, dan lainnya. Memelihara value brand yang positif dapat membantu membangun kepercayaan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan membedakan brand dari pesaing. Ciptakan Tagline atau Slogan Langkah membuat brand lainnya yaitu membuat tagline atau slogan menarik, yang mencerminkan semangat dan value brand kamu. Tidak semua bisnis memiliki atau memerlukan slogan. Namun, slogan bisa berfungsi sebagai aset merek yang berguna. Bahkan, membantu orang terhubung dengan brand. Slogan dapat muncul hampir di mana saja, mulai dari kartu bisnis perusahaan hingga akun media sosial bisnis. Desain Logo Sebuah logo pada brand merupakan presentasi pertama dan paling menonjol dari bisnis. Logo secara langsung dapat membentuk persepsi awal brand kamu. Untuk memastikan logo kamu nampak presentable dalam ukuran dan lokasi apa pun, pastikan bahwa mendesainnya dengan fleksibel. Pertimbangkan value brand saat mendesain logo. Setiap detail mulai dari palet warna hingga tipografi harus mampu menyampaikan brand story. Pertimbangkan juga mendesain logo yang sederhana namun mudah diingat. Terapkan Brand pada Semua Produk Menerapkan brand pada semua produk termasuk dalam langkah membuat brand yang terakhir. Hal ini dapat memastikan konsistensi dalam brand image, yang menciptakan kesan yang kuat dan terpercaya di benak pelanggan. Brand yang sudah kuat dapat memiliki pengaruh signifikan pada keputusan pembelian pelanggan. Pelanggan biasanya cenderung lebih memilih produk dengan brand yang sudah dikenal dan dipercaya. Siap Go Digital Tanpa Ragu Bersama Startner Setelah membaca artikel diatas, kamu sudah memahami langkah membuat brand, bukan? Mengikuti langkah-langkah tersebut menjadi awal kamu membangun brand-mu sendiri dengan lebih terstruktur. Konsultasi brand bersama Startner merupakan langkah awal dalam menyusun strategi dalam membangun brand. Konsultasi ini juga akan membantu kamu dalam mengidentifikasi bisnis lebih dalam, sehingga performa bisnis dapat meningkat. Jadi, tunggu apalagi? Mulai bangun brand bersama Startner sekarang juga!
By Aliya Izetti
Ketahui Kriteria dan Aspek Winning Product untuk Meningkatkan Penjualan
Dalam dunia bisnis e-commerce, menemukan produk yang sukses terjual, atau yang sering disebut sebagai winning product, dapat menjadi kunci untuk kesuksesan bisnis jangka panjang. Produk ini bukan sekedar barang dagangan biasa, melainkan telah terbukti dapat memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, winning product merupakan produk yang menawarkan solusi untuk masalah tertentu, serta memiliki daya tarik yang unik. Winning product menjadi incaran para penjual online karena dapat meraup keuntungan yang besar. Karena kamu tertarik mencari serta menjual winning product, maka artikel ini cocok untukmu! Artikel ini akan membahas pentingnya winning product, serta mengungkap beberapa aspek dan kriteria, hingga tips menentukan produk yang kamu jual. Simak pemaparannya di bawah ini, yuk! Apa itu Winning Product? Frasa winning product atau dalam bahasa Indonesia berarti produk pemenang, digunakan untuk menggambarkan produk yang disukai oleh target pasar kamu. Sesuai dengan namanya, winning product menjadi ‘pemenang’ karena menghasilkan penjualan yang mengesankan bagi toko. Sehingga, pendapatan bisnis pun meningkat. Tidak masalah jika produk tersebut hanya menjadi tren sementara atau jika tidak menambah nilai. Winning product berarti sesuatu yang akan memberi bisnis kamu banyak keuntungan. Adapun produk pemenang mencakup barang yang unik, memiliki harga yang wajar, dan bernilai bagi pelanggan. Produk kebugaran, produk hewan peliharaan, dan produk kecantikan termasuk beberapa contoh dari winning product. Kamu dapat menemukan banyak produk pemenang di e-commerce, marketplace, media sosial, dan platform lainnya. Validasi winning product bergantung pada faktor-faktor seperti kelayakan iklan dan saturasi pasar. Mengapa Memiliki Winning Product penting Bagi Bisnis? Sumber: Unsplash Memiliki winning product sangat penting bagi bisnis. Produk pemenang membuktikan produk tersebut laku dan akan terus terjual di kalangan umum, berbeda dengan produk reguler. Winning product sangat unik, menawarkan solusi untuk masalah, dan juga memiliki daya tarik tersendiri. Jika kamu menjual winning product, ini akan sangat spesial karena produk ini biasanya tidak ditemukan di tempat lain kecuali di toko kamu atau pesaing. Kecuali brand dari winning product tersebut menjadi sangat besar sehingga produk dijual di pasaran. Winning product banyak ditemukan di toko online, yang juga menjadi andalan para penjualnya. Arus kas dari toko online kamu kamu tidak akan dapat diandalkan atau berkelanjutan tanpa produk ini. Winning product juga hadir untuk menyelesaikan masalah-masalah besar para pelanggan. Beberapa Kriteria yang Membuat Winning Product Jika masih bingung memilih winning product, kamu bisa cek kriteria produk pemenang terlebih dahulu, agar tidak salah pilih dan mengakibatkan kerugian. Alasan mengapa produk layak menjadi winning product dapat dilihat dari beberapa kriteria berikut ini. 1. Harga yang Masuk Akal Kriteria pertama yang menjadikan sebuah produk menjadi winning product, yakni harganya yang masuk akal. Artinya, harga harus sesuai dengan kualitasnya. Dengan menjual produk dengan harga yang tidak terlalu tinggi, ini akan membuat orang berbelanja di toko kamu. 2. Produk dan Pemasok Berkualitas Winning product biasanya memiliki kualitas yang baik, dan berasal dari pemasok yang juga terpercaya. Dengan kualitas ini, akan membantu kamu dan pelanggan menghindari penipuan atau proses pengiriman yang panjang. Maka, ini menjadi kriteria yang harus diperhatikan. 3. Produk Non-Brand Produk pemenang biasanya bukan dari brand terkenal. Jika kamu menjual barang dari brand terkenal, akan membuat pelanggan cenderung menjauh. Hal ini dikarenakan, jika pelanggan mengetahuinya, biasanya mereka mengunjungi website resmi brand untuk berbelanja. 4. Produk yang Tidak Umum dan Produk Hobi Produk pemenang juga biasanya berupa yang diinginkan konsumen. Namun, produk ini sulit mereka temukan di tempat lain. Contohnya produk hobi yang menawarkan solusi tetapi relatif mudah untuk dipasarkan. Baca juga: Pentingnya Foto Produk Bagi Bisnis Jenis dan Contoh Marketplace di Indonesia Beberapa Aspek Winning Product Setelah mengetahui kriteria dari winning product, terdapat aspek dari produk pemenang ini yang bisa kamu pertimbangkan. Aspek ini bisa menjadi acuan dalam memberikan keputusan pembelian untuk toko kamu. 1. Pemasaran yang Menarik Ketika kamu melakukan dropshipping atau e-commerce, sebagian besar pengusaha online tidak mengharapkan harus menyewa seorang desainer grafis. winning product seharusnya mencuri perhatian dan menjadi viral di media sosial. Jika materi pemasaran tidak tersedia, maka kamu harus membuatnya sendiri, yang mungkin bukan pilihan yang baik sebagai uji coba. Prioritasnya, pilihlah produk yang sudah memiliki materi pemasaran, seperti video, grafik, banner, poin penjualan, dan sebagainya. 2. Ulasan yang Baik Winning product juga seharusnya mendapatkan ulasan yang baik untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Sebagian besar pembeli online hanya akan membeli sesuatu jika sangat direkomendasikan oleh orang lain. Jadi lebih baik hindari winning product dengan ulasan buruk atau bahkan tidak ada sama sekali. Jika kamu lelah membaca banyak ulasan, mungkin sebaiknya menggunakan review analysis tools. 3. “Wow Factor” Produk yang baru dan segar menjadi daya tarik winning product. Maka, produk pemenang harus memiliki titik penjualan atau perbedaan yang jelas dari pesaingnya. Winning product juga perlu menarik perhatian pelanggan. Tips Menentukan Produk Apa yang Akan Dijual Sumber: Unsplash Dengan memahami dan mempertimbangkan kriteria produk serta aspek, kamu perlu menentukan produk apa yang akan dijual. Simak tips di bawah ini untuk menentukan winning product. 1. Tentukan Niche Di pasar produk yang menjenuhkan, menciptakan ide produk menjadi sulit. Cara awal yang mudah untuk menentukan produk pemenang yang akan kamu jual, yaitu dengan menentukan niche. Mudahnya, niche dapat ditentukan dari produk favorit atau produk yang membuat kamu bersemangat untuk menjualnya. Mungkin kamu juga sudah memiliki produk atau konsep yang sudah lama ingin direalisasikan namun belum sempat diwujudkan. Passion ini akan membantu kamu dalam menciptakan brand message yang terhubung dengan pelanggan secara pribadi. 2. Cari Masalah yang Membutuhkan Solusi Lalu, kamu juga bisa mencari masalah yang membutuhkan solusi. Bisa dari diri sendiri maupun orang di sekitar kamu. Misalnya, kamu tidak bisa menjual suplemen penurun berat badan umum atau jenis makanan apa pun karena terlalu banyak pilihan di luar sana. Sebaliknya, arahkan pada hal-hal seperti pengganti makanan. Seperti cara untuk menurunkan berat badan tanpa harus makan makanan hambar yang tidak enak. Jika kamu kesulitan menentukan pasar atau segmen pelanggan yang akan dituju, riset Blogger yang sudah ada di niche tersebut. Mungkin ada produk atau layanan yang sukses tanpa harus besar, rumit, atau mahal. Ini mungkin sesederhana dan efektif. 3. Memantau Tren Cara terakhir yaitu dengan memantau tren produk yang sedang berkembang di masyarakat. Kemudian, membangun situs e-commerce untuk mendapat keuntungan darinya sebelum menjadi mainstream. Mengikuti publikasi tren merupakan cara tepat untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana produk konsumen berkembang dan ide produk baru apa yang dihadirkan oleh pengusaha lain ke pasar. Mengikuti publikasi ini juga dapat memperkenalkan kamu pada kategori dan industri produk baru yang mungkin tidak kamu ketahui. Konsultasikan Bisnis Bersama Startner Memiliki winning product dalam toko online kamu sangatlah penting. Produk pemenang bisa kamu unggulkan untuk meningkatkan penjualan. Sebelum memulai bisnis, aspek-aspek seperti ini bisa kamu konsultasikan dulu kepada platform terpercaya seperti Startner! Startner membantu kamu untuk menggali potensi bisnis kamu lebih dalam, sehingga kamu bisa memaksimalkannya. Startner merupakan konsultan bisnis online yang bisa kamu andalkan serta memberikan solusi atas permasalahan bisnis yang sedang kamu hadapi. Ayo, pilih Startner sebagai konsultan bisnis andalan kamu!
By Aliya Izetti
Begini Cara Kerja dan Contoh Penggunaan Social Commerce yang Berhasil
Tren belanja online semakin marak. Tidak hanya e-commerce, belanja online juga dapat dilakukan di media sosial. Media sosial telah berkembang menjadi platform yang juga nyaman untuk berbelanja. Saat ini, bisnis memanfaatkan media sosial untuk berjualan secara langsung layaknya e-commerce. Maka, social commerce telah diadopsi oleh banyak bisnis. Statistik menunjukkan, global value dari social commerce akan mencapai sekitar $2,9 triliun, atau setara dengan Rp46 kuadriliun pada tahun 2026. Untuk mengetahui seluk beluk social commerce lebih lanjut, simak artikel di bawah ini sampai habis, ya! Apa itu Social Commerce? Social commerce adalah penggunaan platform media sosial untuk mempromosikan dan menjual produk atau layanan. Ini memungkinkan bisnis dan pelanggan untuk berinteraksi langsung, menghasilkan pengalaman belanja yang lancar di dalam jaringan sosial yang disukai pengguna. Social commerce menghasilkan jangkauan pelanggan yang lebih luas, keterlibatan, dan tingkat konversi. Social commerce semakin populer karena mampu menyajikan pengalaman belanja yang lebih nyaman dan interaktif bagi pelanggan. Tujuan Social Commerce Sekitar 4,48 miliar orang di seluruh dunia saat ini menggunakan beberapa bentuk media sosial. Oleh karena itu, social commerce hadir bertujuan untuk memfasilitasi bisnis yang ingin menjangkau audiens baru dan lebih luas, kemudian menghasilkan lebih banyak penjualan. Social commerce juga bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belanja, karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkan. Interaksi antara bisnis serta pelanggan lebih mudah dan cepat dilakukan karena penggunaan aplikasi media sosial yang telah menjadi gaya hidup sehari-hari. Cara Kerja Social Commerce Social commerce melibatkan penjualan produk dan layanan melalui media sosial. Ini menjadikan shopping tools sosial seperti forum dan komunitas, sebagai wadah pengguna berdiskusi mengenai produk. Platform social commerce yang sering digunakan termasuk TikTok, Instagram, Facebook, dan Pinterest. Social commerce merupakan bidang pemasaran online yang berkembang dan bekerja seiring dengan pertumbuhan media sosial serta belanja online. Sebuah blog atau website, dapat menggunakan social commerce untuk mengajak pengguna membeli barang yang ditautkan secara online. Bisnis yang menggunakan social commerce menjalankan taktik pemasaran, misalnya melakukan vote pada produk, menawarkan banyak opsi pembelian, menggunakan desain grafis yang mencolok untuk menarik klik pengguna, serta mengajak pengguna memberikan likes maupun comments. Cara pemasaran lainnya seperti menggunakan video untuk menunjukkan produk secara detail, menggunakan endorsement dari selebriti, hingga menawarkan promosi atau giveaway. Interaksi pelanggan seperti likes, comments, maupun share akan menentukan keberhasilan kampanye social commerce. Social Commerce vs Ecommerce Social commerce dan ecommerce bukanlah metode penjualan yang sama, meskipun keduanya dilakukan secara online. E-commerce secara luas mencakup proses membeli dan menjual barang secara online. Ini termasuk penjualan melalui berbagai saluran digital termasuk website maupun aplikasi. Sementara itu, social commerce, menggunakan platform media sosial untuk memasarkan dan menjual produk atau layanan. Model penjualan ini memungkinkan pelanggan menyelesaikan pembelian tanpa pernah meninggalkan aplikasi media sosial. Tidak seperti e-commerce yang memiliki aplikasi sendiri. Adapun bisnis yang sudah memiliki toko online sendiri, seperti website, dapat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kehadiran online, serta memperluas jangkauan. Ini merupakan bukti bahwa social commerce dan e-commerce saling mendukung sekaligus melengkapi. Baca juga: Pentingnya Google Review untuk Kegiatan Marketing Bisnis Benefit dan Cara Melakukan Live Stream di Social Media Contoh Keberhasilan Menggunakan Social Commerce Sumber: TikTok Dalam praktiknya, banyak bisnis yang telah menjalankan social commerce. Terdapat contoh social commerce yang dilakukan beberapa brand ternama. Kylie Cosmetics Kylie Cosmetics memanfaatkan kekuatan Influencer untuk menjual produk kecantikan. Beauty brand yang didirikan oleh Kylie Jenner ini mendominasi Instagram dengan berbagai postingan, sejak tahun 2015. Kylie Cosmetics juga menjadi brand pertama yang melakukan social commerce di TikTok. Kylie Jenner menandai produknya dalam video, yang menghubungkan ke halaman belanja di profil TikTok brand tersebut. Keaktifan Kylie di TikTok menjadi bagian dari strategi social commerce yang sangat efektif dalam mengumumkan peluncuran produk baru dan memastikan visibilitas di pasar. Milk Bar Berikutnya, ada brand Milk Bar, yang telah menjadi pemain kunci di dunia e-commerce. Namun, karena pandemi, Milk Bar beradaptasi dengan menggunakan Instagram sebagai platform penjualannya. Milk Bar membagikan video dan foto dari varian menunya yang menggiurkan melalui Instagram. Dengan cara ini, Milk Bar tidak hanya menarik perhatian banyak pelanggan potensial, tetapi juga menyediakan platform untuk menampilkan berbagai produk yang tersedia. Tampilan ini digunakan untuk pembelian langsung melalui etalase Instagram-nya. Under Armour Brand apparel olahraga asal Amerika, Under Armour, memiliki tingkat konversi yang tinggi di Facebook. Under Armour menggunakan pendekatan pemasaran seperti iklan, yang lebih halus (soft sell) di platform media sosial, Facebook. Salah satunya, foto orang berlari menggunakan apparel dari brand ini. Under Armour berfokus pada User Generated Content (UGC) saat mengenalkan produknya. Strategi social commerce seperti UGC dinilai lebih menarik perhatian banyak orang, dibandingkan dengan pemasaran berbasis penjualan langsung. Terutama di industri fashion dan kecantikan. Konsultasikan Bisnis Kamu Bersama Startner Tidak dipungkiri lagi bahwa kehadiran sebuah brand di media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan penjualan secara langsung. Salah satu caranya dengan mengembangkan social commerce. Melihat tren media sosial yang begitu tinggi, kembangkan bisnis kamu dengan menggunakan social commerce. Jasa konsultasi bisnis online Startner akan membantumu menemukan dan membuat model bisnis yang tepat. Feedback objektif, saran praktis, hingga wawasan ‘inside look’ bisa kamu dapatkan dari para ahli di bidang bisnis digital. Jadi, tunggu apalagi? Konsultasikan bisnis kamu bersama Startner!
By Aliya Izetti
Catat Berbagai Jenis Bisnis Franchise dan Kelebihannya
Bisnis franchise telah tumbuh dengan rata-rata 1,7% per tahun selama dekade terakhir. 72% dari bisnis ini pun juga melaporkan keuntungan, dengan tingkat kegagalan kurang dari 5%. Ini menunjukkan bahwa franchise sangat menjanjikan dalam ekosistem bisnis. Model bisnis franchise direkomendasikan untuk kamu yang ingin memulai bisnis. Bisnis model ini menawarkan keuntungan seperti merek dagang yang sudah terkenal. Dengan begitu, merek sudah memiliki pelanggan yang setia. Agar semakin paham, ketahui kelebihan lainnya, serta jenis-jenis bisnis franchise disini, yuk! Apa itu Franchise? Franchise (waralaba) adalah jenis lisensi yang memberikan hak kepada penerima franchise (franchisee) untuk mengakses business knowledge, proses, dan merek dagang, dari pemberi franchise (franchisor). Model bisnis ini memungkinkan franchisee menjual produk atau layanan di bawah nama bisnis franchisor. Sebagai imbalan atas mendapatkan kerjasama franchise, franchisee biasanya membayar biaya awal dan biaya lisensi tahunan kepada franchisor. Melalui hubungan ini, franchisee dapat memperluas jangkauan perusahaan induk dan menjual lebih banyak produk komersial kepada lebih banyak pelanggan. Bedanya Franchise dengan Partnership Sumber: Pexels Perlu diketahui, walau terdapat dua pihak yang saling bekerja sama, namun franchise tidak sama dengan partnership karena memiliki arti dan pelaksanaan yang berbeda. Franchise adalah jenis hubungan bisnis dimana satu pihak menjalankan bisnis di bawah merek dagang pihak lain. Namun, partnership terjadi ketika dua atau lebih orang bekerja sama mengoperasikan bisnis dan berbagi pendapatan. Partnership diciptakan baik secara formal maupun informal antara 2-20 orang. Masing-masing pihak memiliki tanggung jawab yang sama serta hak atas keuntungan. Partnership merupakan cara paling umum untuk menjalankan bisnis dengan pihak lain. Perjanjian tertulis dalam partnership bersifat opsional tetapi seringkali berguna untuk menetapkan peran dan tanggung jawab bagi semua pihak yang terlibat. 5 Jenis Franchise Waralaba merupakan model bisnis yang beragam serta mencakup berbagai jenis yang melayani berbagai industri dan sektor. 1. Product Distribution Franchise Product Distribution Franchise melibatkan franchisor memberikan hak kepada franchisee untuk mendistribusikan atau menjual produknya dalam wilayah tertentu. Jenis bisnis waralaba ini umum dalam minuman, barang konsumsi, suku cadang otomotif, dan peralatan rumah tangga. Franchisee mendapatkan manfaat dari merek dagang dan rantai pasokan yang sudah tersedia secara lengkap dari franchisor. Sementara itu, franchisor memperluas jangkauan pasarnya melalui jaringan distribusi franchisee. 2. Business Format Franchise Dalam Business Format Franchise, franchisor menyediakan produk atau layanan, sistem bisnis lengkap, dan panduan operasional kepada franchisee. Ini termasuk panduan tentang pemasaran, pelatihan, teknologi, dan dukungan berkelanjutan. Para franchisee mendapatkan manfaat dari model bisnis yang sudah terbukti, brand recognition, dan dukungan berkelanjutan. Ini memungkinkan para franchisee untuk mereplikasi kesuksesan bisnis sang franchisor. 3. Conversion Franchise Jenis bisnis franchise berikutnya yaitu Conversion Franchise. Ini melibatkan bisnis yang sudah ada yang beralih menjadi model franchise dengan mengadopsi sistem dan merek dari franchisor. Jenis bisnis waralaba ini memungkinkan bisnis independen untuk mendapatkan manfaat dari merek dagang. Manfaat lainnya yaitu pemasaran dan dukungan operasional yang sudah mapan dari franchisor, sambil mempertahankan identitas lokalnya. Conversion Franchise dapat ditemukan di hotel, restoran, dan pusat kebugaran. 4. Master Franchise Master Franchise melibatkan franchisor yang memberikan hak kepada franchisee untuk mengembangkan dan “mem-franchise-kan” ulang dalam wilayah atau daerah tertentu. Master Franchise mengambil peran dalam mencari, mengajar, dan membantu franchisee individual di wilayah yang ditugaskan. Master Franchise sering terlihat dalam industri real estate, pendidikan, dan layanan kebersihan. 5. Co-Branding Franchise Jenis bisnis waralaba yang terakhir yakni Co-Branding Franchise. Ini menyatukan dua atau lebih merek dagang yang sudah mapan untuk beroperasi di bawah satu unit franchise. Sistem ini memungkinkan franchisee untuk menawarkan produk atau layanan yang saling melengkapi di satu lokasi. Selain itu, franchisee juga dapat menarik basis pelanggan yang lebih luas dan meningkatkan potensi pendapatan. Contoh Co-Branding Franchise termasuk toko serba ada yang bermitra dengan jaringan makanan cepat saji, atau pusat layanan otomotif yang digabungkan dengan gerai ritel. Kelebihan Bisnis Franchise Waralaba telah menjadi model bisnis yang populer secara global, menawarkan keuntungan dan kerugian bagi baik franchisor maupun franchisee. Pengakuan Merek Dagang Franchisee mendapatkan keuntungan dengan mengoperasikan di bawah nama merek dagang yang terkemuka dengan pengakuan dan memiliki basis pelanggan setia. Hal ini dapat mempercepat awal usaha dan penetrasi pasar lebih mudah dibandingkan dengan memulai bisnis baru dari awal. Model Bisnis yang Efektif Franchisee mendapatkan akses ke model bisnis yang sukses dengan proses standar, sistem operasional, dan strategi pemasaran yang terstandarisasi. Franchisor telah menyempurnakan metode ini, mengurangi kebutuhan untuk uji coba dan meningkatkan kemungkinan kesuksesan. Dukungan Berkelanjutan Franchisee menyediakan dukungan berkelanjutan kepada franchisor, termasuk program pelatihan, bimbingan operasional, materi pemasaran, dan bantuan dalam pemilihan lokasi. Dukungan ini membantu franchisee mengatasi tantangan dan tetap bersaing di pasar. Daya Beli Bersama Para franchisee mendapatkan manfaat dari kekuatan pembelian bersama jaringan waralaba. Dengan memanfaatkan volume pembelian di berbagai lokasi, franchisee dapat bernegosiasi untuk mendapatkan kesepakatan lebih baik dengan pemasok, mengurangi biaya dan meningkatkan margin keuntungan. Keberhasilan Bersama dan Kolaborasi dalam Jaringan Franchisee menjadi bagian dari jaringan yang lebih besar dari franchisor yang dapat berbagi praktik terbaik, pengetahuan, dan sumber daya. Lingkungan kolaboratif ini dapat memberikan wawasan berharga dan dukungan untuk pertumbuhan bisnis. Kekurangan Bisnis Franchise Sumber: Pexels Di samping kelebihan bisnis franchise, model ini nyatanya juga memiliki kekurangan. Investasi Awal dan Biaya Biasanya, para franchisee perlu melakukan investasi awal untuk mendapatkan franchise, termasuk biaya franchise, biaya peralatan, dan persediaan awal. Beberapa aturan memungkinkan franchisee untuk membayar royalti atau biaya pemasaran berkelanjutan kepada franchisor. Kurangnya Fleksibilitas Franchisee harus patuh terhadap sistem dan panduan yang telah ditetapkan oleh franchisor, yang membatasi kemampuannya untuk mengambil keputusan bisnis secara independen. Kurangnya fleksibilitas ini dapat merugikan individu yang lebih memilih otonomi lebih besar dalam menjalankan bisnisnya. Pembagian Keuntungan Franchisee harus membagikan sebagian dari keuntungan kepada franchisor melalui royalti atau biaya lainnya. Hal ini mengurangi profitabilitas keseluruhan bisnis dibandingkan dengan memiliki usaha independen. Ketergantungan pada Franchisor Franchisee bergantung pada dukungan berkelanjutan dan keberlanjutan franchisor. Jika franchisor menghadapi kesulitan keuangan atau operasional, hal ini dapat langsung mempengaruhi operasi bisnis dan profitabilitas franchisee. Keterikatan pada Reputasi Merek Dagang Meskipun merek dagang yang sudah mapan dapat menjadi keuntungan, franchisee juga terikat pada reputasi franchisor. Jika franchisor menghadapi publisitas negatif atau hal negatif lainnya, hal ini dapat mempengaruhi bisnis franchisee dan persepsi pelanggan. Konsultasikan Rencana Bisnis Bersama Startner Bisnis waralaba menjadi salah satu jenis bisnis yang populer, dan banyak diadopsi banyak orang, karena memiliki banyak kelebihan. Namun, memilih model dan menyusun rencana bisnis bisa jadi tantangan sendiri karena banyak jenisnya. Untuk itu, kamu perlu arahan dari pihak berpengalaman seperti Startner! Jasa konsultasi bisnis online ini akan membantu kamu menentukan model bisnis, mengembangkan rencana bisnis hingga matang, dan mendapatkan feedback objektif dari sosok berpengalaman. Kamu tidak perlu bingung lagi saat menjalankan bisnis. Ayo, konsultasikan rencana bisnis bersama Startner!
By Aliya Izetti